kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Terdorong investasi dan konsumsi, ekonomi Indonesia akan lebih baik di 2019


Rabu, 28 November 2018 / 21:43 WIB
ILUSTRASI. Destry Damayanti


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonomi global di tahun depan diperkirakan masih akan mengalami ketidakpastian. Meski begitu, beberapa pihak masih memperkirakan ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh positif.

Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Destry Damayanti menyebut, pertumbuhan investasi, konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah masih  cukup baik. “Problem kita di eksternal, yaitu ekspor kita melambat karena perang dagang dan sebagainya, sementara impor tumbuh pesat,” ujar Destry, Rabu (28/11).

Menurut Destry, pertumbuhan impor yang pesat itu dikarenakan investasi yang turut bertumbuh. Pasalnya, bila melihat impor untuk konsumsi, persentasenya hanya sebesar 9%. Melihat ini, Destry menyarankan supaya pemerintah mendorong industri terus tumbuh, sehingga bahan baku yang dibutuhkan tak perlu diimpor lagi.

Di tahun depan, Destry memperkirakan konsumsi masyarakat akan terus bertumbuh salah satunya lantaran terdorong perhelatan politik pemilihan umum.

Deputi Bidang Ekonomi Kantor Staff Presiden Denni Puspa Purbasari menambahkan, ekonomi Indonesia di tahun depan masih akan tumbuh lebih baik dibanding tahun ini. “Peningkatannya tentu saja tidak signifikan. Tetapi trennya meningkat,” tutur Denni.

Dia berpendapat,pertumbuhan ekonomi sebesar 5% yang ditetapkan dalam APBN 2019 dianggap cukup konservatif. Angka ini sudah mempertimbangkan risiko-risiko eksternal.

Menurut Denni, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dalam beberapa tahun ini, khususnya investasi di bidang infrastruktur diharapkan sudah menunjukkan hasil di tahun mendatang dan dapat mengungkit pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Peneliti Ekonomi Senior Bursa Efek Indonesia Poltak Hotradero mengaku khawatir dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun depan. Hal ini mengingat suku bunga yang naik sehingga mengakibatkan menurunnya investasi domestik. Tak hanya itu, ekonomi dunia yang melambat ditambah perang dagang akan menyebabkan ekspor Indonesia turun.

Meski begitu, Poltak berpendapat investasi di Indonesia masih dipandang menarik oleh asing. Karena itu, yang harus dilakukan saat ini meningkatkan  kepercayaan investor pada Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×