kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   -50.000   -1,73%
  • USD/IDR 16.999   50,00   0,30%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Terbentuknya Sel Terorisme Tak Lepas dari Perang Afghanistan


Selasa, 23 Februari 2010 / 11:30 WIB


Sumber: kontan | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Perang yang pecah antara Uni Soviet dan gerilyawan Afghanistan punya peranan dalam pembentukan sel terorisme di Indonesia. Sejumlah pentolan pelaku teror bom di negara kita pernah ikut ambil bagian dalam perang itu.

Pengakuan tersebut meluncur dari mulut Saefudin Zuhri alias Tsabit alias Abu Lubaba, terdakwa kasus terorisme, dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin (22/2). "Saya bersama-sama Dulmatin (sekarang berada di Filipina) pergi ke Afghanistan. Saya cuma belajar, tidak ada yang lain," kata dia.

Saefudin Zuhri, yang didakwa lantaran menyembunyikan Noordin M. Top dan memasok bom serta senjata api untuk teroris lainnya, mengaku bertemu dengan pelaku teror bom lainnya di Afghanistan. Misalnya, Abu Dujana, Ali Imron, dan Nasir Abbas. "Mereka bertugas sebagai pengajar," ujar dia.

Nah, sel-sel terorisme tumbuh setelah para alumni Perang Afganistan tersebut bertemu di Palembang, tepatnya di rumah Ani Sugandi. "Di sana kami silaturahmi dan reuni mengingat kejadian di Afghanistan," ungkap Saepudin Zuhri, yang diancam pidana penjara maksimal selama 20 tahun.

Saepudin Zuhri didakwa juga karena mengajarkan cara merakit bom kepada teroris lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×