kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Terbentuknya Sel Terorisme Tak Lepas dari Perang Afghanistan


Selasa, 23 Februari 2010 / 11:30 WIB


Sumber: kontan | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Perang yang pecah antara Uni Soviet dan gerilyawan Afghanistan punya peranan dalam pembentukan sel terorisme di Indonesia. Sejumlah pentolan pelaku teror bom di negara kita pernah ikut ambil bagian dalam perang itu.

Pengakuan tersebut meluncur dari mulut Saefudin Zuhri alias Tsabit alias Abu Lubaba, terdakwa kasus terorisme, dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin (22/2). "Saya bersama-sama Dulmatin (sekarang berada di Filipina) pergi ke Afghanistan. Saya cuma belajar, tidak ada yang lain," kata dia.

Saefudin Zuhri, yang didakwa lantaran menyembunyikan Noordin M. Top dan memasok bom serta senjata api untuk teroris lainnya, mengaku bertemu dengan pelaku teror bom lainnya di Afghanistan. Misalnya, Abu Dujana, Ali Imron, dan Nasir Abbas. "Mereka bertugas sebagai pengajar," ujar dia.

Nah, sel-sel terorisme tumbuh setelah para alumni Perang Afganistan tersebut bertemu di Palembang, tepatnya di rumah Ani Sugandi. "Di sana kami silaturahmi dan reuni mengingat kejadian di Afghanistan," ungkap Saepudin Zuhri, yang diancam pidana penjara maksimal selama 20 tahun.

Saepudin Zuhri didakwa juga karena mengajarkan cara merakit bom kepada teroris lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×