kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Tekanan eksternal masih ada setidaknya hingga tahun 2020


Rabu, 19 September 2018 / 15:07 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan yang bersumber dari global tengah melanda Indonesia. Hal ini membuat nilai tukar rupiah melemah hingga 9,5% secara year to date.

Direktur Eksekutif Departemen Internasional Bank Indonesia Doddy Zulverdi mengatakan, kemungkinan tekanan dari kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) masih akan ada. Sebab, The Fed berencana menaikkan bunganya hingga 2020 mendatang.

Namun, "Kalau kita lihat kan kenaikannya sudah semakin lambat. Artinya, walau masih akan naik, lajunya berkurang," kata Doddy di Gedung DPR, Rabu (19/9).

Tak hanya itu tekanan juga masih akan ada, yaitu yang berasal dari rencana pengurangan neraca The Fed. Walaupun, normalisasi itu dilakukan secara bertahap dan terukur.

"Artinya dengan normalisasi terukur dan kenaikan suku bunga tak seperti sebelumnya, kita berharap sampai dengan 2020 tekanan sudah mulai berkurang," tambah dia.

Dengan demikian, Doddy berharap gejolak di pasar keuangan dalam negeri nantinya tidak seperti di awal tahun ini. Makanya, "Kita harus perbaiki dengan transaksi berjalan karena risiko tetap ada selama kita masih dalam posisi net demand dollar, makanya harus kita kurangi," ujar Doddy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×