kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.840.000   -44.000   -1,53%
  • USD/IDR 17.174   -32,00   -0,19%
  • IDX 7.594   -39,89   -0,52%
  • KOMPAS100 1.050   -4,57   -0,43%
  • LQ45 756   -3,02   -0,40%
  • ISSI 275   -1,90   -0,69%
  • IDX30 401   -1,97   -0,49%
  • IDXHIDIV20 490   -0,83   -0,17%
  • IDX80 118   -0,43   -0,36%
  • IDXV30 138   -1,24   -0,89%
  • IDXQ30 129   -0,39   -0,30%

Tekanan eksternal masih ada setidaknya hingga tahun 2020


Rabu, 19 September 2018 / 15:07 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan yang bersumber dari global tengah melanda Indonesia. Hal ini membuat nilai tukar rupiah melemah hingga 9,5% secara year to date.

Direktur Eksekutif Departemen Internasional Bank Indonesia Doddy Zulverdi mengatakan, kemungkinan tekanan dari kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) masih akan ada. Sebab, The Fed berencana menaikkan bunganya hingga 2020 mendatang.

Namun, "Kalau kita lihat kan kenaikannya sudah semakin lambat. Artinya, walau masih akan naik, lajunya berkurang," kata Doddy di Gedung DPR, Rabu (19/9).

Tak hanya itu tekanan juga masih akan ada, yaitu yang berasal dari rencana pengurangan neraca The Fed. Walaupun, normalisasi itu dilakukan secara bertahap dan terukur.

"Artinya dengan normalisasi terukur dan kenaikan suku bunga tak seperti sebelumnya, kita berharap sampai dengan 2020 tekanan sudah mulai berkurang," tambah dia.

Dengan demikian, Doddy berharap gejolak di pasar keuangan dalam negeri nantinya tidak seperti di awal tahun ini. Makanya, "Kita harus perbaiki dengan transaksi berjalan karena risiko tetap ada selama kita masih dalam posisi net demand dollar, makanya harus kita kurangi," ujar Doddy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×