kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Target Pertumbuhan Ekonomi 2025 Direvisi Jadi 5,3%, Lebih Realistis?


Rabu, 17 September 2025 / 06:00 WIB
Target Pertumbuhan Ekonomi 2025 Direvisi Jadi 5,3%, Lebih Realistis?
ILUSTRASI. Revisi arget pertumbuhan ekonomi jadi 5,3% pada 2025 menunjukkan sikap pemerintah yang lebih realistis dalam membaca situasi global dan domestik. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/16/09/2025


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto merevisi Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025 lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran RKP Tahun 2025 yang diteken pada 30 Juni 2025.

Melalui revisi RKP 2025 tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3%.

Angka pertumbuhan ini merupakan batas bawah dari target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan dalam RKP sebelumnya yang tercantum dalam Perpres Nomor 109 Tahun 2024 yang berkisar 5,3%–5,6%. 

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M.Rizal Taufikurahman menilai, RKP yang menargetkan pertumbuhan ekonomi tunggal ini menunjukkan sikap pemerintah yang lebih realistis dalam membaca situasi global maupun domestik.

Baca Juga: Target Pertumbuhan 5,3% Juga Masih Terlalu Tinggi

"Penurunan ke angka tunggal ini menandakan kehati-hatian dalam membaca kondisi global maupun domestik," ujar Rizal kepada Kontan.co.id, Selasa (16/9/2025).

Rizal menyoroti pelemahan rupiah yang sudah menembus Rp 16.000 per dolar AS sebagai faktor utama pembatas pertumbuhan. 

Depresiasi rupiah, kata dia, mendorong imported inflation, meningkatkan biaya impor bahan baku, serta menambah beban pembayaran utang luar negeri. 

“Kondisi ini membuat ruang bagi pertumbuhan tinggi menjadi lebih terbatas, meskipun pemerintah sudah meluncurkan berbagai stimulus fiskal dan paket kebijakan ekonomi,” imbuhnya.

Baca Juga: Soal RUU P2SK, Ekonom Nilai BI Dipaksa Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8% Prabowo

Dalam pandangannya, target 5,3% bisa disebut realistis meski cenderung konservatif. 

Realisasi angka tersebut akan sangat bergantung pada dua faktor kunci, yakni kecepatan penyaluran stimulus dan kemampuan menjaga daya beli masyarakat.

"Jika stimulus terserap cepat ke sektor riil, target tersebut bisa tercapai, namun bila pelemahan rupiah berlanjut dan ekspor melemah, pertumbuhan berisiko turun di bawah baseline 5,3%," terang Rizal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×