kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.543   43,00   0,25%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tambahan anggaran senjata belum disetujui


Senin, 18 Oktober 2010 / 16:24 WIB
ILUSTRASI. Sentra kuliner gulai tikungan di kawasan Blok M


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pembahasan anggaran alat utama sistem senjata (Alutsista) 2011 mentok. DPR dan pemerintah belum mencapai kata sepakat.

Kementerian Pertahanan mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp 5 triliun untuk memperkuat sistem persenjataan sebab anggaran yang tersedia saat ini hanya Rp 600 miliar. Dana itu untuk memelihara dan membeli senjata baru.

Selain itu, permintaan tambahan anggaran ini juga merupakan bagian dari pemenuhan dana perbaikan alutsista 2010-2015 yang mencapai Rp 100 triliun. Namun, sampai saat ini, dana itu masih kurang Rp 57 triliun.

Namun, sumber di DPR mengungkapkan, Komisi I DPR belum bersedia mengabulkan permintaan Kementerian Pertahanan itu. "Saat ini anggaran yang tersisa dari Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011 hanya Rp 2 triliun," kata sumber tersebut, Senin (18/10).

Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengakui belum ada keputusan terkait penambahan anggaran itu. Menurutnya, rapat masih akan dilanjutkan pada pekan depan. "Kami masih harus mendalami permintaan tambahan itu," kata Mahfudz.

Sekadar Anda tahu, Kementerian Pertahanan sudah mendapatkan anggaran sementara 2011 Rp 45,2 triliun. Sebagian besar dana itu habis untuk peningkatan sumber daya manusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×