kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Beli senjata, pemerintah utamakan pinjaman bank lokal


Senin, 04 Oktober 2010 / 17:30 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengutamakan pendanaan dalam negeri untuk pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista). Rencananya, Purnomo akan mengupayakan pinjman sindikasi perbankan dalam negeri untuk membiayai pengadaan senjata tersebut.

Purnomo mengatakan, hal itu sama seperti biaya untuk membeli pesawat Sukhoi yang mengandalkan sindikasi perbankan. Dengan begitu, dia mengatakan tidak memberatkan pelunasan yang memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Berapa nilai yang dibutuhkan untuk pengadaan senjata itu, Purnomo belum membeberkannya. Yang pasti, Kementerian Pertahanan membutuhkan dana sebesar Rp 150 triliun untuk pengadaan senjata. Ini sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014.

Namun, pemerintah hanya sanggup membiayai sebesar Rp 100 triliun. Dengan demikian terdapat kekurangan sebesar Rp 50 triliun. "Kalau dibagi lima tahun rata-rata kekuranganya setiap tahun sebesar Rp 10 triliun," kata mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×