kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Beli senjata, pemerintah utamakan pinjaman bank lokal


Senin, 04 Oktober 2010 / 17:30 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengutamakan pendanaan dalam negeri untuk pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista). Rencananya, Purnomo akan mengupayakan pinjman sindikasi perbankan dalam negeri untuk membiayai pengadaan senjata tersebut.

Purnomo mengatakan, hal itu sama seperti biaya untuk membeli pesawat Sukhoi yang mengandalkan sindikasi perbankan. Dengan begitu, dia mengatakan tidak memberatkan pelunasan yang memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Berapa nilai yang dibutuhkan untuk pengadaan senjata itu, Purnomo belum membeberkannya. Yang pasti, Kementerian Pertahanan membutuhkan dana sebesar Rp 150 triliun untuk pengadaan senjata. Ini sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014.

Namun, pemerintah hanya sanggup membiayai sebesar Rp 100 triliun. Dengan demikian terdapat kekurangan sebesar Rp 50 triliun. "Kalau dibagi lima tahun rata-rata kekuranganya setiap tahun sebesar Rp 10 triliun," kata mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×