kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Pemerintah perketat pengawasan senjata api


Kamis, 23 September 2010 / 16:28 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah meningkatkan kewaspadaan pasca-terungkapnya jaringan teroris yang merampok Bank CIMB-Niaga di Medan, Sumatra Utara, beberapa waktu lalu. Salah satunya memerintahkan pengawasan internal yang ketat terhadap senjata dan amunisi.

Sasarannya adalah TNI/Polri, maupun perusahaan yang memiliki atau mengelola bahan peledak. "Tingkat kewaspadaan secara internal supaya diawasi ketat amunisi dan senjata," ujar Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (23/9).

Seperti diketahui, perampok Bank CIMB Niaga menggunakan senjata laras panjang dalam jumlah banyak dan lengkap dengan amunisinya. Mabes Polri telah membekuk 19 pelaku perampokan Bank CIMB Niaga cabang Medan di beberapa tempat.

Tiga dinyatakan tewas dalam baku tembak saat penangkapan. Adapun 16 pelaku ditangkap hidup-hidup dan 15 pelaku saat ini berada di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua. Satu pelaku sedang dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×