kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Tak Terdaftar di Kartu Tani, Banyak Petani Sulit Mendapat Pupuk Subsidi


Minggu, 16 Oktober 2022 / 15:13 WIB
ILUSTRASI. Memasuki musim tanam, banyak petani mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki musim tanam, banyak petani mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Di sisi lain, harga pupuk nonsubidi melambung tinggi, sehingga menimbulkan kerugian bagi petani.

Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi (P3A) Serikat Petani Indonesia (SPI) Muhammad Qomarun Najmi mengungkapkan, banyak petani tidak mendapatkan pupuk subsidi karena tidak terdaftar dalam kartu tani.

"Atau tidak semua data yang dikartu tani itu valid, baik petani maupun ulasan lahanya," terang Qomarun pada Kontan.co.id, Minggu (16/10).

Baca Juga: Pupuk Indonesia Digitalisasi Pengawasan Penyaluran Pupuk

Qomarun melanjutnya, sebenarnya tidak tidak ada syarat khusus untuk dapat masu ke kelompok tani dan bisa mendaftar dalam data kartu tani. Hanya saja, banyak kelompok tani yang sudah tidak berjalan organisasinya.

Selain itu, pendampingan kelompok tani dalam hal ini Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) pun juga kurang maksimal sebab memiliki keterbatasan cakupan wilayah kerja.

"Perbandingan ketersediaan PPL dengan petani juga masih belum mencukupi," jelas Qomarun

Tak hanya itu, dalam proses penyaluran dengan kartu tani yang dibuat by name, by address juga masih belum berjalan maksimal. Sehingga masih ada kesulitan teknis di lapangan, karena antara kebutuhan pupuk petani dengan pupuk yang tersedia kerap kali berbeda.

"Alternatif pendistribusian melalui desa, atau kelompok tani, perlu dipertimbangkan untuk dilakukan, agar memudahkan pendataan, penyaluran dan pengawasan," terang Qomarun.

Baca Juga: Kemendag: Produksi dan Harga Pangan Stabil Hingga Akhir Tahun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×