kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.992.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.008   36,00   0,21%
  • IDX 7.022   -114,92   -1,61%
  • KOMPAS100 967   -21,57   -2,18%
  • LQ45 714   -14,61   -2,01%
  • ISSI 244   -4,92   -1,97%
  • IDX30 388   -4,33   -1,10%
  • IDXHIDIV20 485   -2,12   -0,43%
  • IDX80 109   -2,57   -2,31%
  • IDXV30 132   0,44   0,33%
  • IDXQ30 126   -0,69   -0,54%

Tak hanya kerek angka kemiskinan, Covid-19 juga memperlebar jurang ketimpangan


Senin, 15 Februari 2021 / 17:03 WIB
Tak hanya kerek angka kemiskinan, Covid-19 juga memperlebar jurang ketimpangan
ILUSTRASI. Kepala BPS Suhariyanto saat memaparkan data neraca dagang di kantor BPS Pusat, Jakarta.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak hanya meningkatkan angka kemiskinan, pandemi Covid-19 juga semakin memperlebar ketimpangan per September 2020. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, rasio gini pada bulan September 2020 sebesar 0,385 atau naik dari 0,380 pada September 2019. 

“Peningkatan rasio gini terjadi baik di kota maupun pedesaan. Dan yang dijadikan catatan, rasio gini berkisar 0 sampai 1. Kalau semakin mendekati 1 atau semakin naik, ketimpangan semakin tinggi,” ujar Kepala BPS Suhariyanto, Senin (15/2). 

Peningkatan rasio gini terjadi di beberapa provinsi Indonesia, dengan peningkatan tertinggi ada di Kalimantan Selatan, yaitu sebesar 0,017 poin dari 0,334 pada September 2019 menjadi 0,351 pada September 2020. 

Baca Juga: Pemerintah Tekan Defisit APBN, Ini Strategi untuk Mengerek Penerimaan Negara

Namun, ada juga beberapa provinsi yang mengalami penurunan rasio gini, dengan penurunan tertinggi ada di Maluku Utara, yaitu sebesar 0,020 poin dari 0,310 pada September 2019 menjadi 0,290 pada September 2020. 

Meski memang secara nasional rasio gini meningkat, Suhariyanto mengatakan adanya penurunan ketimpangan di beberapa provinsi disebabkan oleh adanya perbedaan perilaku pengeluaran masyarakat di masing-masing provinsi. 

“Perilaku dari masyarakat 40% lapisan terbawah, 40 lapisan menengah, dan 20% teratas pasti berbeda-beda. Namun, secara keseluruhan rasio gini meningkat,” tandasnya. 

Selanjutnya: Ini pidato lengkap Presiden Joko Widodo saat menyampaikan RAPBN 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×