Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Agama Nasarudin Umar memastikan pelaksanaan takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri di Bali tidak akan mengganggu peringatan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret mendatang.
Adapun pada 19 Maret mendatang terdapat peringatan Hari Raya Nyepi yang identik dengan suasana hening tanpa aktivitas, suara bising, maupun kendaraan. Sementara pada malam harinya, umat Islam biasanya menggelar takbiran menyambut Idul Fitri.
“Alhamdulillah kami melapor kepada Bapak Presiden sudah ada kesepakatan dengan pemerintah setempat dan tokoh-tokok di Bali bahwa takbir itu tidak bertentangan dengan Nyepi cuma syaratnya,” tutur Nasarudin kepada awak media, di Istana Kepresidenan pada Rabu (4/3/2026).
Baca Juga: Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik Jelang Hari Raya Idul Fitri
Ia menuturkan, takbiran tetap dapat berjalan, namun tanpa menggunakan sound system atau pengeras suara pada rentang waktu pukul 18.00 hingga 21.00. Dengan demikian, pelaksanaan Nyepi tetap berlangsung khidmat, sekaligus umat Islam tetap dapat menyambut Lebaran.
Nasarudin juga menegaskan bahwa perbedaan waktu dan dinamika pelaksanaan hari raya merupakan hal yang biasa di Indonesia. Penetapan 1 Syawal sendiri, lanjutnya, masih menunggu hasil Sidang Isbat yang akan menentukan secara resmi kapan Idul Fitri jatuh.
Selain itu, ia juga melaporkan kepada Presiden mengenai rencana pembayaran zakat bagi Presiden beserta para pejabat negara. Agenda tersebut direncanakan akan dijadwalkan pelaksanaannya di Istana Negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












