kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.975   83,00   0,46%
  • IDX 6.128   26,71   0,44%
  • KOMPAS100 800   4,45   0,56%
  • LQ45 603   4,39   0,73%
  • ISSI 213   0,81   0,38%
  • IDX30 341   2,96   0,88%
  • IDXHIDIV20 416   3,91   0,95%
  • IDX80 91   0,42   0,46%
  • IDXV30 112   0,97   0,88%
  • IDXQ30 109   1,19   1,10%

Tahun ini, biaya haji diperkirakan naik 10%


Selasa, 10 Juli 2012 / 15:53 WIB
ILUSTRASI. Logo BI. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Edy Can

JAKARTA. Bagi Anda yang ingin menunaikan ibadah haji tahun ini siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya, Kementerian Agama memastikan biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini bakal naik.

Menteri Agama Suryadharma Ali memperkirakan kenaikan Ongkos Naik Haji (ONH) sekitar 10% dari tahun lalu. Tahun lalu, Komisi VIII DPR dan Kementerian Agama menyepakati besaran BPIH 2011 sebesar Rp 30.771.900 per orang. Besaran juga tergantung lokasi keberangkatan.

Suryadharma mengatakan, kenaikan biaya penyelenggaraan haji ini karena beberapa faktor. Salah satunya karena adanya penggusuran pemondokan di sekitar Masjidil Haram, Mekkah.

Menurutnya, penggusuran ini akan berakibat sewa pemondokan naik. "Selain itu kenaikan itu dipacu oleh bahan bakar minyak (BBM) yang naik untuk pesawat," tutur Suryadharma, Selasa (10/7).

Kenaikan biaya penyelenggaraan ibadah haji juga bisa disebabkan nilai tukar dollar Amerika Serikat. Tahun lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sekitar Rp 8.200, dan nilai tukar rupiah saat ini mencapai Rp 9.400.

Meski biaya penyelengaraan ibadah haji naik, Suryadharma memastikan kualitas dan jarak pemondokan jamaah haji akan sama seperti tahun lalu. Menurutnya, jarak pemondokan terjauh maksimum hanya 2.500 meter.

Rencana kenaikan biaya penyelenggaraan ibadah haji ini akan dibahas bersama Komisi VIII DPR. Setelah dibahas, DPR akan mengetuk palu berapa biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×