kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Tahun depan, kuota BBM subsidi 38,59 juta kiloliter


Kamis, 07 Oktober 2010 / 15:57 WIB
ILUSTRASI. Tawaran Kemitraan Usaha Mie Cowbow


Reporter: Martina Prianti | Editor: Edy Can

JAKARTA. Jatah bahan bakar minyak (BBM) subsidi tahun depan sebesar 38,59 juta kiloliter. Ini merupakan kesepakatan Badan Anggaran DPR dengan pemerintah.

Dengan demikian, besarnya kuota BBM subsidi ini lebih besar dari asumsi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBN) 2011. Sebelumnya, RAPBN 2011 menetapkan volume BBM subsidi hanya sebesar 36,77 juta kiloliter. "Karena ada penambahan volume ini, ada tambahan anggaran untuk subsidi BBM sebesar Rp 3,1 triliun," ucap Pejaba Sementara Agus Suprijanto kepada KONTAN, Kamis (7/10).

Penambahan kuota BBM subsidi ini berdasarkan pengalaman tahun ini. Dimana, jatah BBM subsidi tahun ini sudah hampir habis sebelum masa anggaran berakhirnya. Alhasil, Komisi VII DPR dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sepakat memperbesar kuota BBM subsidi tahun depan.

Kendati jatahnya semakin besar, pemerintah berjanji akan melakukan pembatasan konsumsi BBM subsidi. Bagaimana mekanismenya, hingga kini, masih belum terang benar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×