Reporter: Martina Prianti | Editor: Didi Rhoseno Ardi
JAKARTA. Pemerintah, lewat Badan Pertanahan Nasional (BPN) nampaknya konsisten untuk melanjutkan program reformasi agraria. Kepala BPN Joyo Wiyono mengatakan, reformasi agraria bakal dilanjutkan tahun depan dengan target sasarannya 1 juta hektare. "Setidaknya, dari 1 juta hektare itu realisasinya 400.000 sampai 500.000 sertifikat tanah," ujar Joyo, Selasa (9/12).
Dengan demikian, sambung dia, target reformasi agraria seluas 1,3 juta hektare pada tahun 2010 bakal tercapai. Pasalnya, tahun ini BPN telah berhasil melakukan sertifikasi bagi 330.000 hektare tanah. Dan tahun 2007, telah dilakukan sertifikasi 200.000 hektare tanah.
Joyo menjelaskan, berdasarkan data spasial yang dikantongi BPN sendiri maka bakal ada 400.000 ribu rumah tangga miskin (RTM) yang bakal mengantongi sertifikat tanah gratis dari pemerintah. Menurut hitungannya, RTM yang akan mengantongi sertifikat ini tersebar di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa bagian selatan. Tak heran, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2009 pemerintah telah mengalokasikan triliunan rupiah untuk sertifikasi tanah ini.
Asal tahu saja, pemerintah menganggarkan Rp 360.000 untuk per unit lahan yang masuk dalam daftar sertifikasi tanah 1 juta hektare dan Rp 90 miliar untuk program pemetaan. "Dari program ini juga pemerintah menargetkan akan mendapatkan Rp 1,3 triliun dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) berdasarkan PP 46/2000," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












