kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Harga BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Rp 100 Triliun untuk Subsidi Energi


Rabu, 01 April 2026 / 15:36 WIB
Harga BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Rp 100 Triliun untuk Subsidi Energi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Rabu (1/4/2026) (KONTAN/Dendi Siswanto)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan kebutuhan tambahan anggaran subsidi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), dapat mencapai Rp 90 triliun hingga Rp 100 triliun. 

Kendati begitu, Purbaya menjelaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan hanya mencakup komponen subsidi, belum termasuk kompensasi.

"Sekitar Rp 90 triliun sampai Rp 100 triliun (tambahan subsidi). Nanti kita hitung lagi," kata Purbaya kepada awak media di Gedung Danantara, Rabu (1/4/2026).

"Itu (hanya) subsidi. kompensasi kan lain lagi hitungannya," imbuhnya.

Baca Juga: Purbaya Pastikan APBN Tetap Kuat Meski Harga Minyak Tembus US$ 100 per Barel

Purbaya menambahkan, pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup longgar untuk mengantisipasi tekanan tambahan belanja subsidi energi.

"Jadi ruang (fiskal) kita masih terbuka lebar sebetulnya. Jadi Anda ngak perlu takut dengan kondisi APBN," kata Purbaya.

Terkait sumber pembiayaan tambahan anggaran tersebut, pemerintah akan mengandalkan efisiensi belanja kementerian dan lembaga melalui beberapa tahap penghematan.

"Ada penghematan sedikit-sedikit di sana-sini. Kita melakukan tahap satu, tahap dua, tahap 3 di belanja K/L yang ngak terlalu jelas," katanya.

Baca Juga: Purbaya Sebut Pabrik yang Perlu Terus Beroperasi Tidak Harus WFH Satu Hari

Selain itu, pemerintah juga memiliki cadangan melalui Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang saat ini disebut telah mencapai sekitar Rp 420 triliun. 

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa penggunaan SAL belum menjadi opsi utama saat ini untuk penambahan anggaran subsidi energi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×