kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Ada Perang Di Timur Tengah, Ini Penjelasan Menhaj Terkait Keberangkatan Haji 2026


Rabu, 01 April 2026 / 09:33 WIB
Ada Perang Di Timur Tengah, Ini Penjelasan Menhaj Terkait Keberangkatan Haji 2026
ILUSTRASI. Ada Perang Di Timur Tengah, Ini Penjelasan Menhaj Terkait Keberangkatan Haji 2026


Sumber: Kemenag,Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Konflik geopolitik di Timur Tengah memicu kekhawatiran di kalangan calon jemaah haji Indonesia tahun 2026, terutama terkait aspek keamanan penerbangan dan kondisi di Tanah Suci. Namun pemerintah memastikan jadwal keberangkatan haji tetap sesuai jadwal. Simak jadwal keberangkatan haji 2026.

Diberitakan Kompas.com, Menteri Haji dan Umrah RI, Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menyampaikan bahwa pemerintah memahami kegelisahan yang dirasakan calon jemaah di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. 

Ia mengungkapkan bahwa Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat ini berada di Arab Saudi untuk memastikan seluruh aspek teknis pelaksanaan ibadah haji berjalan optimal. “Seluruh persiapan di Saudi sudah selesai dan berjalan dengan baik,” ujar Gus Irfan di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Gus Irfan juga memastikan bahwa secara umum persiapan haji 2026 telah rampung, termasuk proses penerbitan visa jemaah yang kini telah mencapai hampir 100 persen.

Baca Juga: Kemenko PM Akan Perkuat Kebijakan Industri Gim

Meski beredar informasi terkait kemungkinan perubahan jadwal akibat situasi di Timur Tengah, pemerintah menegaskan bahwa hingga saat ini jadwal keberangkatan tetap sesuai rencana.

Sesuai jadwal, kloter pertama jemaah haji Indonesia akan mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026 dan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April 2026.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi global, sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menempatkan keselamatan jemaah sebagai prioritas utama.

“Kami melakukan mitigasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi demi memastikan keamanan jemaah,” jelas Gus Irfan.

Selain aspek keamanan, pemerintah juga memastikan kesiapan logistik selama jemaah berada di Tanah Suci telah dipersiapkan secara matang.

Tonton: ASN Libur Tiap Jumat?! Pemerintah Resmi Terapkan WFH Nasional!

Biaya haji berpotensi meningkat

Namun demikian, konflik di Timur Tengah juga berdampak pada lonjakan harga avtur yang berpotensi meningkatkan biaya penyelenggaraan ibadah haji.

Gus Irfan menjelaskan bahwa meskipun kontrak dengan maskapai telah dilakukan sebelumnya, fluktuasi harga bahan bakar tetap menjadi faktor yang perlu diantisipasi.

Selain itu, adanya potensi perubahan rute penerbangan akibat konflik juga dapat memicu tambahan biaya operasional.

Kendati demikian, pemerintah berupaya keras agar tambahan biaya tersebut tidak dibebankan kepada jemaah.

“Kami akan mencari solusi agar tidak perlu ada penambahan biaya bagi jemaah, dengan memanfaatkan sumber pendanaan lain yang memungkinkan,” tegasnya.

Pemerintah menegaskan bahwa dalam setiap pengambilan kebijakan, keselamatan dan kenyamanan jemaah haji tetap menjadi prioritas utama di tengah situasi global yang dinamis. 

Tonton: Berburu di Musim Deviden

Jadwal Lengkap Haji 2026

Berikut detail jadwal rencana perjalanan Haji 2026: 

  • 21 April 2026 (4 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) jemaah masuk Asrama Haji
  • 22 April 2026 (5 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) awal pemberangkatan jemaah gelombang I ke Madinah
  • 1 Mei 2026 (14 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) awal pemberangkatan jemaah gelombang I ke Mekkah
  • 6 Mei 2026 (19 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) akhir pemberangkatan jemaah gelombang I ke Madinah
  • 7 Mei 2026 (20 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) awal pemberangkatan jemaah gelombang II ke Jeddah
  • 15 Mei 2026 (28 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) akhir keberangkatan jemaah gelombang I ke Mekkah
  • 21 Mei 2026 (4 Dzulhijjah 1447 Hijriah) akhir pemberangkatan jemaah gelombang II ke Jeddah
  • 25 Mei 2026 (8 Dzulhijjah 1447 Hijriah) pemberangkatan jemaah haji dari Mekkah ke Arafah
  • 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah 1447 Hijriah) wukuf di Arafah
  • 27 Mei 2026 (10 Dzulhijjah 1447 Hijriah) Idul Adha
  • 28 Mei 2026 (11 Dzulhijjah 1447 Hijriah) Hari Tasriq I
  • 29 Mei 2026 (12 Dzulhijjah 1447 Hijriah) Hari Tasriq II
  • 30 Mei 2026 (13 Dzulhijjah 1447 Hijriah) Hari Tasriq III
  • 1 Juni 2026 (15 Dzulhijjah 1447 Hijriah) awal pemulangan jemaah gelombang I dari Mekkah ke Tanah Air
  • 15 Juni 2025 (29 Dzulhijjah 1447 Hijriah) akhir pemulangan jemaah gelombang I dari Madinah ke Tanah Air
  • 16 Juni 2026 (1 Muharam 1448 Hijriah) awal pemulangan jemaah gelombang II dari Madinah ke Tanah Air
  • 30 Juni 2026 (15 Muharam 1448 Hijriah) pemulangan jemaah haji gelombang II dari Madinah ke Tanah Air
  • 1 Juli 2026 (16 Muharam 1448 Hijriah) jemaah haji gelombang II tiba di Tanah Air

Baca Juga: Klik Mitra.bgn.go.id. BGN Kembali Buka Pendaftaran Mitra Dapur MBG, Cek Syaratnya 

Biaya haji 2026

Diberitakan sebelumnya, biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2026 resmi ditetapkan sebesar Rp 87,4 juta. Dari jumlah tersebut biaya yang bakal ditanggung jemaah ditetapkan sebesar Rp 54,1 juta. 

Kesepakatan ini diambil dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI bersama dengan Menteri Haji di Gedung Parlemen, Rabu (29/10/2025). 

Biaya haji 2026 turun jika dibandingkan tahun 2025. Pada tahun 2015, BPIH haji ditetapkan sebesar Rp 89,4 juta. Dari jumlah tersebut biaya yang ditanggung jamaah ditetapkan sebesar Rp 55,4 juta atau 62% dari total BPIH tahun 2025. 

Sebagai informasi, Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 221.000 orang untuk tahun 2026. 

Kuota itu lalu dibagi menjadi 203.320 untuk haji reguler, petugas haji daerah (PHD), dan pembimbing haji, serta 17.680 untuk haji khusus.


 

BREAKING: Pemerintah Tetap Impor 105 Ribu Mobil, Ini Alasannya!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×