kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Tahir yakin perekonomian Indonesia solid dan aman bagi pengusaha


Senin, 15 Oktober 2018 / 15:31 WIB
Tahir yakin perekonomian Indonesia solid dan aman bagi pengusaha
ILUSTRASI. ANALISIS - Dato Sri Tahir, CEO Mayapada Group


Reporter: Grace Olivia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemilik Grup Mayapada Dato Sri Tahir optimistis perekonomian Indonesia masih dalam kondisi yang positif. Menurutnya, kondisi nilai tukar saat ini hanya dampak psikologis dari sentimen eksternal yang tidak mencerminkan kokndisi fundamental ekonomi dalam negeri.

Tahir mengatakan, dirinya optimitis terhadap potensi perekonomian Indonesia. Ia sendiri baru saja melaporkan penukaran mata uang asingnya yakni dollar Amerika Serikat dan dollar Singapura yang setara dengan Rp 2 triliun, hari ini ke Bank Indonesia.

Sebagai pengusaha sekaligus bos besar Bank Mayapada, Tahir mengatakan dirinya tidak melihat adanya kepanikan masyarakat dalam bentuk memborong dollar AS. “Saya tidak lihat ada rush nasabah menukar ke dollar. Tidak di Bank Mayapada dan saya yakin di bank-bank lain juga tidak,” kata Tahir, Senin (15/20)

Ia menilai, kondisi perekonomian Indonesia saat ini sangat jauh berbeda dengan tahun 1998 silam. “Dulu kan ada empat krisis, krisis bank, krisis mata uang, defisit dagang, dan krisis politik. Sekarang enggak begitu,” tandasnya.

Ia juga mengatakan, saat ini Bank Mayapada sendiri memiliki Giro Wajib Minimum Sekunder (secondary reserves) yang mencapai 15%. “Angka itu sudah jauh di atas permintaan OJK,” katanya.

Untuk itu, Tahir tak melihat ada alasan kuat bagi masyarakat, terutama kalangan pengusaha, untuk khawatir. Ia juga cukup yakin kebijakan pemerintah dengan membatasi impor barang konsumstif dan mengakselerasi ekspor dengan sejumlah insentif, bakal mendukung kestabilan nilai tukar. “Yang terpenting, pemerintah juga menggerakkan sektor riil untuk ekspor,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×