kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Tabung elpiji yang belum dibagikan masih banyak


Kamis, 23 September 2010 / 09:23 WIB
Tabung elpiji yang belum dibagikan masih banyak


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Rencana pemerintah untuk melanjutkan program konversi minyak tanah ke gas telpiji terancam gagal. Sebab, masih banyak tabung gas yang belum terdistribusikan.

Tahun ini, pemerintah menargetkan penyaluran paket perdana tabung gas itu mencapai 9,4 juta tabung. Namun, hingga akhir Agustus kemarin, baru tercapai 2,96 juta tabung.

Artinya, dalam tiga bulan ke depan, pemerintah masih punya pekerjaan rumah membagikan 6,44 juta paket perdana. Tabung tersebut harus dibagikan ke berbagai wilayah antara lain di Lampung, Aceh, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan. "Waktunya memang mepet, tapi kami optimis bisa mencapai target," kata Evita Legowo, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, kemarin.

Ia mengakui, penyaluran paket perdana sempat tersendat di pertengahan tahun. Penyebabnya, dana program itu belum cair. Dana baru bisa cair setelah pembahasan APBN Perubahan 2010. "Sekarang dana sudah ada, jadi tinggal disalurkan saja," kata Evita.

Evita menambahkan, dari tahun 2007 hingga akhir 2010, telah diprogramkan untuk membagikan sebanyak 52,9 juta paket perdana. Sampai saat ini, baru tersalurkan 46,46 juta. Pemerintah mengklaim, penyaluran itu mampu menghemat subsidi Rp 19 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×