kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Sudi menuntut Fahri Hamzah minta maaf


Jumat, 05 Juli 2013 / 14:56 WIB
Sudi menuntut Fahri Hamzah minta maaf
ILUSTRASI. Ilustrasi harga emas siang ini, Senin (31/1/2022), produksi Antam dan UBS di Pegadaian di sini. . ANTARA FOTO/FB Anggoro/foc.


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi marah atas tuduhan politisi Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah bahwa dirinya dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam yang merekayasa kasus dugaan korupsi impor daging sapi dan menjadi otak penangkapan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Sudi merasa difitnah.

"Dia (Fahri) tahu dosanya. Saya belum berminat memaafkan kalau dia tidak minta maaf kepada saya," kata Sudi di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/7/2013).

Tak cukup menuntut Fahri meminta maaf, Sudi juga menuntut Fahri untuk menyampaikan kepada semua orang yang pernah mendengar tuduhan tersebut bahwa hal itu tidak benar.

"Saya tidak pernah merekayasa. Nauzubillah min zalik," tuturnya.

Namun, Sudi mengaku tidak akan menempuh proses hukum terkait persoalan ini.

"Dia tahu agama, dia kader islam, biar dia tanggung. Yang jelas saya tidak melakukan itu dan saya nyatakan fitnah. Saya tidak berbohong. Biar Allah yang menghitungnya. Ingat, Allah tidak akan memaafkan fitnah yang dilakukannya kecuali orang yang difitnah memaafkan. Dia harus meminta maaf, didengar oleh seluruh orang yang pernah mendengar fitnah itu," pungkasnya.

Senin lalu, Wakil Sekretaris Jenderal PKS Fahri Hamzah menyatakan, penangkapan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dalam kasus dugaan korupsi impor daging sapi adalah sebuah skenario besar yang dilakukan oleh pihak Istana. Fahri menuding Sekretaris Kabinet Dipo Alam dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi berada di belakang penangkapan ini.

Fahri menjelaskan, keterkaitan Dipo Alam terlihat dari adanya staf khusus kepresidenan berinisial WAP yang pernah ditangkap bersama saksi kasus impor daging sapi, Yudi Setiawan. Fahri menuturkan, Yudi sering membawa-bawa nama Dipo Alam dan Sudi Silalahi setiap bertemu dengan Luthfi Hasan Ishaaq. (Sandro Gatra/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×