kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Sudah siap, aturan pemangkasan iuran BP Jamsostek segera dirilis


Rabu, 08 Juli 2020 / 17:52 WIB
ILUSTRASI. Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziah saat diwawancarai secara khusus oleh Tribunnews di Kantor Kemnaker RI, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2020). Wawancara tersebut terkait sejumlah isu yang berkembang seperti RUU Omnimbus Law dan pekerja migran Indonesia.


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satu lagi insentif terkait penanganan dampak Covid-19 akan segera dirilis. Kemeneterian Ketenagakerjaan (Kemenaker) akan melakukan relaksasi pembayaran iuran Bada Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek).

Mnteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan, kebijakan ini memang inisiatif dari Kemenake dan saat ini sudah selesai dibahas tinggal mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait relaksasi pembayaran iuran BP Jamsostek ini.  

“Sudah selesai harmonisasinya, sudah di Setneg, tinggal ditandatangani oleh Bapak Presiden. mungkin dalam waktu yang tidak lama lagi Peraturan Pemerintah tersebut akan rilis. itu salah satu yang inisiatifnya ada di Kemenakar,” ujar dia dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (8/7).

Ida bilang prosesnya sudah dibicarakan panjang lebar, sudah ada proses harmonisasi. dan sudah selsai, sekarang tinggal rilis di Kementerian Sekretariat Negara.

Sebelumnya, program relaksasi yang disiapkan pemerintah adalah pemangkasan iuran program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) rencananya dipotong 90% atau cukup dibayarkan pemberi kerja sebesar 10% setiap bulannya selama 3 bulan dan dapat diperpanjang 3 bulan lagi berdasarkan evaluasi pemerintah.

Kedua, iuran Jaminan Pensiun (JP) rencananya dibayarkan sebesar 30% saja setiap bulannya selama 3 bulan. Ketiga, selebihnya sebesar 70% dapat ditunda pembayarannya sampai 6 bulan berikutnya.

Sedangkan, untuk iuran Jaminan Hari Tua (JHT), tidak dilakukan relaksasi dan tetap dibayarkan pemberi kerja dan pekerja sesuai regulasi berlaku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×