kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Subsidi dipangkas, harga solar pasti akan naik


Senin, 13 Juni 2016 / 16:45 WIB
Subsidi dipangkas, harga solar pasti akan naik


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Menteri koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku sudah mempersiapkan langkah-langkah jika subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar jadi dipangkas. Sebab, dari pemangkasan subsidi solar dari Rp 1.000 per liter menjadi Rp 350 per liter, atau 35% itu akan mengakibatkan harga jual eceran solar bersubsidi naik.

Darmin belum bisa memastikan, berapa kenaikan harga solar nantinya. Yang jelas, yang perlu disiapkan adalah dampak lanjutan jika harga BBM naik, maka inflasi juga akan ikut terpengaruh.

Walaupun, tambahan inflasinya tidak akan lebih dari target inflasi pemerintah dalam RAPBN-P 2016, 4%. "Bantalan sosial sudah kita siapkan untuk menjaga daya beli masyarakat," kata darmin, Senin (13/6) di Gedung DPR, Jakarta.

Darmin mengaku, pihaknya akan terus menyempurnakan mekanisme penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran.

Dalam kesempatan terpisah, Plt Kepala Badan Kebijakan FIskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengaku, pemangkasan tersebut masih akan menunggu keputusan badan anggaran (Banggar). Rencananya, pembahasan anggaran subsidi akan dilakukan setelah Panja pemerintah dan DPR membahas dan menyepakati penerimaan pajak (PPh) migas dan penerimaan bukan pajak (PNBP) yang dijadwalkan pada Rabu (15/6) mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×