kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Subsidi BBM Tersisa Rp 7,4 Triliun


Senin, 04 Januari 2010 / 09:36 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: Tri Adi


JAKARTA. Beda dengan 2008 lalu yang membengkak besar, anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) 2009 justru tidak terpakai seluruhnya. Bujet subsidi untuk premium, solar, dan minyak tanah itu masih tersisa Rp 7,4 triliun alias cuma terpakai Rp 45 triliun dari target yang dipatok dalam APBN Perubahan 2009 sebesar Rp 52,4 triliun.

Harga minyak mentah dunia yang tidak bergejolak hebat seperti yang terjadi pada 2008 lalu membuat harga minyak Indonesia (ICP) di bawah target yang ditetapkan, yakni US$ 61 per barel. "Penghematan subsidi BBM karena realisasi harga Mean of Platts Singapore (MOPS) yang lebih rendah," kata Kepala Hubungan Masyarakat Departemen Keuangan Harry Z. Soeratin.

Dalam APBN 2010, pemerintah mematok subsidi BBM sebesar Rp 59 triliun. Kalau harga rata-rata ICP dalam satu tahun mengalami kenaikan lebih dari 10% dari asumsi yang ditetapkan US$ 65 per barel, pemerintah boleh mengerek harga premium dan kawan-kawannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×