kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Subsidi BBM Tersisa Rp 7,4 Triliun


Senin, 04 Januari 2010 / 09:36 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: Tri Adi


JAKARTA. Beda dengan 2008 lalu yang membengkak besar, anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) 2009 justru tidak terpakai seluruhnya. Bujet subsidi untuk premium, solar, dan minyak tanah itu masih tersisa Rp 7,4 triliun alias cuma terpakai Rp 45 triliun dari target yang dipatok dalam APBN Perubahan 2009 sebesar Rp 52,4 triliun.

Harga minyak mentah dunia yang tidak bergejolak hebat seperti yang terjadi pada 2008 lalu membuat harga minyak Indonesia (ICP) di bawah target yang ditetapkan, yakni US$ 61 per barel. "Penghematan subsidi BBM karena realisasi harga Mean of Platts Singapore (MOPS) yang lebih rendah," kata Kepala Hubungan Masyarakat Departemen Keuangan Harry Z. Soeratin.

Dalam APBN 2010, pemerintah mematok subsidi BBM sebesar Rp 59 triliun. Kalau harga rata-rata ICP dalam satu tahun mengalami kenaikan lebih dari 10% dari asumsi yang ditetapkan US$ 65 per barel, pemerintah boleh mengerek harga premium dan kawan-kawannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×