kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Stop monorel, Ahok minta pertimbangan Kejagung


Kamis, 15 Januari 2015 / 14:11 WIB
ILUSTRASI. Twibbon Hari Jadi Bengkalis ke-511.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan menyiapkan surat balasan terkait tidak lanjut pembangunan monorel yang akan dilakukan PT Jakarta Monorail (PT JM).

"Kita akan balas suratnya, lagi disiapin. Kita akan minta pertimbangan dari Kejaksaan Agung (Kejagung) juga," kata pria yang akrab disapa Ahok, Kamis (15/1).

Dikatakannya bila hasil pertimbangan Kejagung, kerja sama pembangunan monorel dengan PT JM bisa diputus, maka Ahok pun akan langsung mengirimkan surat pemutusan kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan PT JM.

"Kalau memang pertimbangannya bisa diputus, kita putus. Jadi lebih jelas dari surat Pak Fauzi Bowo," ungkapnya.

Dikatakannya surat yang akan dilayangkan ke PT JM akan lebih jelas, sehingga tidak ada lagi persoalan ke depannya. "Kita akan putusnya jelas. Jadi kalau dalam pernikahan itu talak 13," katanya. (Adi Suhendi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×