kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45891,58   -16,96   -1.87%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Stok Gula di Ritel Modern Masih Langka, Meski Harga Acuan Dinaikkan


Minggu, 21 April 2024 / 14:48 WIB
Stok Gula di Ritel Modern Masih Langka, Meski Harga Acuan Dinaikkan
ILUSTRASI. Stok gula di beberapa ritel modern masih langka meskipun pemerintah telah menaikkan Harga Acuan


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Stok gula di beberapa ritel modern masih langka meskipun pemerintah telah menaikkan Harga Acuan Pemerintah (HAP) gula konsumsi menjadi Rp 17.500 - 18.500 per kilogam (kg). 

Pantauan Kontan.co.id, Minggu (21/4) di beberapa ritel modern di Kawasan Kebayoran Lama Jakarta Selatan, pasokan gula konsumsi masih menipis. 

Pada Ritel Alfamidi Kebayoran Lama 3, pasokan gula hanya tersisa satu brand yakni Gunung Madu kemasan 1 kg saja sesuai HAP. Bahkan, menurut salah seorang pegawai di sana menyebutkan stok yang ada saat ini juga terbatas. 

"Tinggal ini saja, itupun ini baru datang cuma dua dus," jelas pegawai di Alfamidi Kebayoran Lama 3. 

Baca Juga: Harga Gula Tinggi dan Langka, Kemendag Pastikan Stoknya Cukup

Menurutnya, beberapa waktu terakhir ini memang ada keterlambatan pasokan gula konsumsi. Meski demikian, pihaknya tidak mengetahui sebab hal ini terjadi. 

"Dari pusat sekarang tidak menentu kirimnya," tambahnya. 

Hal serupa juga terjadi di ritel Prima Freshmart Kebayoran Lama, dimana tak banyak stok yang terlihat di rak tempat gula konsumsi. 

Gula yang dijual juga tinggal satu merk gula yaitu Rose Brand dengan kemasan 1 kg dengan harga sesuai HAP yaitu Rp 17.500/kg. 

"Yang lain sedang kosong beberapa hari ini," jelas petugas Prima Freshmart. 

Kemudian, ritel Indomaret di kawasan Kebayoran Lama juga memiliki keterbatasan stok. Menurut petugas disana, stok gula konsumsi yang ada baru datang hari ini dan jumlahnya terbatas. 

"Kemarin memang susah, ada beberapa merk seperti gulaku juga sekarang sudah jarang ada," ungkapnya. 

Baca Juga: AGI: Relaksasi Harga Acuan Gula Bisa Dorong Realisasi Impor

Sebelumnya,Badan Pangan Nasional telah menaikkan sementara harga acuan pemerintah (HAP) gula konsumsi menjadi Rp 17.500 per kilogram (kg). Keputusan ini berlaku sejak 5 April sampai 31 Mei 2024.

Hal ini dilakukan agar ketersediaan gula pada lebaran lalu hingga setelahnya tercukupi di pasaran. Karena saat ini telah terjadi kenaikan harga gula secara signifikan.

Karena diketahui harga gula di pabrik juga telah mengalami kenaikan. Hal ini terjadi seiring dengan tingginya biaya produksi dan pengaruh kurs dolar AS yang menguat sehingga mempengaruhi harga gula konsumsi yang sebagian diimpor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×