kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.038   -39,00   -0,22%
  • IDX 5.759   -80,45   -1,38%
  • KOMPAS100 761   -10,34   -1,34%
  • LQ45 571   -9,47   -1,63%
  • ISSI 202   -1,40   -0,69%
  • IDX30 323   -5,41   -1,65%
  • IDXHIDIV20 398   -8,39   -2,06%
  • IDX80 86   -1,12   -1,28%
  • IDXV30 109   -2,71   -2,44%
  • IDXQ30 104   -1,87   -1,76%

Sri Mulyani sebut omnibus law salah satu cara kembangkan masyarakat kelas menengah


Kamis, 30 Januari 2020 / 19:55 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani berjalan usai BRI Group Economic Forum 2020 dengan tema 'Indonesia's Economic Resilience to Weather Global Economic Slowdown' di Jakarta, Rabu ( 29/1/2020 ). Kementerian Keuangan menyampaikan, meskipun pertumbuhan ekonomi glob


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

“Orang yang menciptakan lapangan kerja itu kan yang punya ide dan modal. Tapi biasanya ide mereka keburu frustasi duluan karena harus menghadapi izin yang banyak sekali sebelum bisa mengeksekusi ide dan modalnya. Itu yang ingin kita atasi,” lanjut Sri Mulyani.

Ia mengakui, adanya omnibus law  mungkin tak menjawab semua persoalan. Apalagi, bukan tak mungkin omnibus law menimbulkan ketidaksenangan pada pihak-pihak yang selama ini “menikmati” adanya aturan dan izin yang berbelit-belit.

Baca Juga: Staf Khusus Presiden Andi Taufan dorong pengembangan UMKM di Banyuwangi

“Namun ini pilihan kebijakan yang kita ambil. Tinggal kita tanyakan saja, ada di sisi mana Anda?” tandasnya.

Adapun Bank Dunia dalam laporannya menulis, separuh dari pemilik usaha yang memperkerjakan tenaga kerja berasal dari kelas menengah.

Oleh karena itu, perbaikan kemudahan berusaha (ease of doing business) perlu ditingkatkan untuk mendorong pembukaan lapangan kerja baru yang dapat menjadi peluang bagi masyarakat naik kelas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×