kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Sri Mulyani sebut omnibus law salah satu cara kembangkan masyarakat kelas menengah


Kamis, 30 Januari 2020 / 19:55 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani berjalan usai BRI Group Economic Forum 2020 dengan tema 'Indonesia's Economic Resilience to Weather Global Economic Slowdown' di Jakarta, Rabu ( 29/1/2020 ). Kementerian Keuangan menyampaikan, meskipun pertumbuhan ekonomi glob


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

“Orang yang menciptakan lapangan kerja itu kan yang punya ide dan modal. Tapi biasanya ide mereka keburu frustasi duluan karena harus menghadapi izin yang banyak sekali sebelum bisa mengeksekusi ide dan modalnya. Itu yang ingin kita atasi,” lanjut Sri Mulyani.

Ia mengakui, adanya omnibus law  mungkin tak menjawab semua persoalan. Apalagi, bukan tak mungkin omnibus law menimbulkan ketidaksenangan pada pihak-pihak yang selama ini “menikmati” adanya aturan dan izin yang berbelit-belit.

Baca Juga: Staf Khusus Presiden Andi Taufan dorong pengembangan UMKM di Banyuwangi

“Namun ini pilihan kebijakan yang kita ambil. Tinggal kita tanyakan saja, ada di sisi mana Anda?” tandasnya.

Adapun Bank Dunia dalam laporannya menulis, separuh dari pemilik usaha yang memperkerjakan tenaga kerja berasal dari kelas menengah.

Oleh karena itu, perbaikan kemudahan berusaha (ease of doing business) perlu ditingkatkan untuk mendorong pembukaan lapangan kerja baru yang dapat menjadi peluang bagi masyarakat naik kelas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×