kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Sri Mulyani: Negara yang Dipimpin Perempuan Kondisinya Lebih Baik Saat Covid-19


Rabu, 22 Desember 2021 / 13:49 WIB
Sri Mulyani: Negara yang Dipimpin Perempuan Kondisinya Lebih Baik Saat Covid-19
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut negara yang dipimpin perempuan memiliki kondisi lebih baik saat pandemi Covid-19.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Di saat Indonesia tengah memeringati hari ibu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menunjukkan kekuatan perempuan yang menurutnya luar biasa. 

Mengutip dari riset yang dilakukan oleh Universitas Liverpool, Sri Mulyani mengatakan, di tengah krisis yang dialami dunia akibat pandemi Covid-19, negara-negara yang dipimpin oleh perempuan menunjukkan kondisi yang lebih baik. 

“Negara-negara yang dipimpin perempuan menunjukkan kondisi lebih baik. Ini beri tambahan perspektif, pentingnya perempuan dalam pembentukan kebijakan di level negara dan juga korporasi,” tutur Sri Mulyani, Rabu (22/12), via video conference. 

Baca Juga: Dibanding Negara Lain, Menkeu: Indonesia Lebih Tahan Menghadapi Tapering The Fed

Sri Mulyani yakin, dengan melibatkan peran perempuan dalam pembentukan kebijakan, menyebabkan kualitas kebijakan menjadi lebih komprehensif. 

Perempuan dipandang mampu memberikan suatu tambahan perspektif dan kesepmurnaan dari sisi melihat persoalan dan dampak dari kebijakan tersebut. 

Sayangnya, kata dia, hingga saat ini masih belum terjadi kesetaraan antara pria dan wanita. Dari rilis OECD tahun 2020, Sri Mulyani mengutip adanya ketidaksetaraan tersebut, salah satunya dari sisi upah maupun gaji yang diterima oleh perempuan. 

Selain itu, ketidaksetaraan juga terlihat dari lebih terbatasnya kesempatan yang bisa diambil oleh perempuan, bila dibandingkan dengan kesempatan untuk para laki-laki. 

Baca Juga: Realisasi Belanja Perlindungan Sosial Daerah turun 27%, Sri Mulyani Kecewa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×