kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Sri Mulyani: Negara yang Dipimpin Perempuan Kondisinya Lebih Baik Saat Covid-19


Rabu, 22 Desember 2021 / 13:49 WIB
Sri Mulyani: Negara yang Dipimpin Perempuan Kondisinya Lebih Baik Saat Covid-19
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut negara yang dipimpin perempuan memiliki kondisi lebih baik saat pandemi Covid-19.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Di saat Indonesia tengah memeringati hari ibu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menunjukkan kekuatan perempuan yang menurutnya luar biasa. 

Mengutip dari riset yang dilakukan oleh Universitas Liverpool, Sri Mulyani mengatakan, di tengah krisis yang dialami dunia akibat pandemi Covid-19, negara-negara yang dipimpin oleh perempuan menunjukkan kondisi yang lebih baik. 

“Negara-negara yang dipimpin perempuan menunjukkan kondisi lebih baik. Ini beri tambahan perspektif, pentingnya perempuan dalam pembentukan kebijakan di level negara dan juga korporasi,” tutur Sri Mulyani, Rabu (22/12), via video conference. 

Baca Juga: Dibanding Negara Lain, Menkeu: Indonesia Lebih Tahan Menghadapi Tapering The Fed

Sri Mulyani yakin, dengan melibatkan peran perempuan dalam pembentukan kebijakan, menyebabkan kualitas kebijakan menjadi lebih komprehensif. 

Perempuan dipandang mampu memberikan suatu tambahan perspektif dan kesepmurnaan dari sisi melihat persoalan dan dampak dari kebijakan tersebut. 

Sayangnya, kata dia, hingga saat ini masih belum terjadi kesetaraan antara pria dan wanita. Dari rilis OECD tahun 2020, Sri Mulyani mengutip adanya ketidaksetaraan tersebut, salah satunya dari sisi upah maupun gaji yang diterima oleh perempuan. 

Selain itu, ketidaksetaraan juga terlihat dari lebih terbatasnya kesempatan yang bisa diambil oleh perempuan, bila dibandingkan dengan kesempatan untuk para laki-laki. 

Baca Juga: Realisasi Belanja Perlindungan Sosial Daerah turun 27%, Sri Mulyani Kecewa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×