kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.880   0,00   0,00%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Sri Mulyani khawatirkan pertumbuhan investasi tahun ini tak maksimal, ini penyebabnya


Rabu, 29 Januari 2020 / 14:16 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat di Terminal Petikemas Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (3/1).


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang tahun lalu nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal mengalami penurunan. Impor bahan baku/penolong turun 11,07% yoy, sedangkan impor barang modal sebesar 5,13%. 

Sementara, pertumbuhan investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) diproyeksi hanya akan mencapai 4,74% untuk keseluruhan tahun 2019. Sri Mulyani mengatakan, proyeksi tersebut terbilang rendah mengingat pertumbuhan PMTB pada kuartal pertama 2018 lalu sempat hampir menyentuh 8%. 

Baca Juga: Waspada, Sri Mulyani perkirakan tekanan APBN 2019 akan berulang di tahun ini

“Impor yang mengalami kontraksi sejak kuartal I-2019 memang berpengaruh positif pada kinerja neraca dagang dan pertumbuhan ekonomi tahun lalu tertolong. Namun ini pasti akan ada pengaruhnya ke pertumbuhan ekonomi 2020 karena impor yang terkontraksi termasuk bahan baku dan barang modal,” tandas Sri Mulyani. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×