kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.847   -94,22   -1,59%
  • KOMPAS100 773   -12,22   -1,56%
  • LQ45 582   -6,66   -1,13%
  • ISSI 204   -2,42   -1,17%
  • IDX30 329   -4,36   -1,30%
  • IDXHIDIV20 407   -4,78   -1,16%
  • IDX80 88   -1,26   -1,42%
  • IDXV30 111   -2,17   -1,91%
  • IDXQ30 106   -1,46   -1,35%

Sri Mulyani ingin OKE OCE terintegrasi PKH


Rabu, 27 Desember 2017 / 17:31 WIB


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Masalah kemiskinan memang masih jadi satu tantangan berat untuk diatasi pemerintah. Beragam program peningkatan kesejahteraan, maupun penciptaan usaha mulai banyak digulirkan pemerintah pusat maupun daerah guna menjawab masalah tersebut.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, salah agar lebih efektif menjawab tantangan tersebut, pemerintah pusat dan daerah dapat mengintegrasikan program-programnya.

Ia mencontohkan bagaimana Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan program bantuan sosial dapat berintegrasi dengan Program One Kecamatan One Center Entrepreneurship (OKE OCE) milik Pemprov DKI Jakarta.

"Saya berharap OKE OCE bisa sinkron dengan program pemerintah seperti PKH. Sehingga kita bisa betul-betul menuju kantong kemiskinan," katanya saat memberi pengarahan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPD DKI 2017-2022, Rabu (27/12) di Balaikota.

Sebagai program pencipta kewirausahaan, OKE OCE diharapkan Sri Mulyani bisa turut meningkatkan daya beli masyarakat, serta menciptakan aktivitas ekonomi.

Sebab tanpa didukung dengan program peningkatan ekonomi, program bantuan sosial memang tak akan bertaji. Terlebih kata Menkeu, Indonesia sangat sulit menciptakan angka kemiskinan single digit.

"Saat ini angka kemiskinan Indonesia 10,6% dan menurunkan kemiskinan hingga single digit itu belum pernah terjadi. Makanya itu sangat tergantung dari kemampuan pemerintah masuk ke kantong kemiskinan," lanjut Menkeu.

Mendengar usul dari Menkeu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku untuk menindaklanjutinya.

"Saya minta ke Bappeda untuk disusun. Karena ini bisa menyelesaikan tiga hal kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan," kata Sandiaga kepada KONTAN, seusai rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (27/12).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×