kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.512   12,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Soal Pilkada, PKS sindir penangkapan Gubernur Riau


Jumat, 26 September 2014 / 10:09 WIB
ILUSTRASI. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko melambaikan tangan dari dalam mobil


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai putusan Pilkada melalui DPRD merupakan kemenangan rakyat. Diketahui voting rapat paripurna memutuskan pemilihan kepala daerah melalui mekanisme DPRD.

"Kalau kami yakin kemenangan ini demokrasi untuk rakyat," kata Ketua Fraksi Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (26/9).

Hidayat lalu menyinggung adanya penangkapan Gubernur Riau Annas Maamun oleh KPK. Ia menuturkan Annas merupakan produk pilkada langsung.

"Kalau kita ingat tragedi kemarin pukul 18.00 WIB soal Gubernur (Gubernur Riau Annas Maamun) ditangkap tangan oleh KPK. Bupati Biak Numfor juga. Ini kan kepala daerah hasil Pilkada langsung," kata Hidayat.

PKS bersama Koalisi Merah Putih, kata Hidayat, tidak menginginkan persoalan itu terus terjadi. "Kami ingin pemimpin yang bermartabat yang dikoreksi melalui pilkada melalui DPRD," imbuhnya.

Selain itu, Hidayat mengatakan pihaknya juga berterimakasih kepada PDIP, PKB dan Hanura karena tidak melakukan aksi walkout. "Warga bangsa juga tidak berlaku anarkis, sudah rasional. Ini kita harus kawal," imbuhnya. (Ferdinand Waskita)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×