kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.719   11,00   0,06%
  • IDX 6.486   -39,40   -0,60%
  • KOMPAS100 845   -4,14   -0,49%
  • LQ45 640   -4,98   -0,77%
  • ISSI 228   -0,30   -0,13%
  • IDX30 357   -2,94   -0,82%
  • IDXHIDIV20 434   -3,09   -0,71%
  • IDX80 96   -0,60   -0,62%
  • IDXV30 120   -0,72   -0,59%
  • IDXQ30 113   -0,94   -0,82%

Soal Pilkada, PKS sindir penangkapan Gubernur Riau


Jumat, 26 September 2014 / 10:09 WIB
ILUSTRASI. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko melambaikan tangan dari dalam mobil


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai putusan Pilkada melalui DPRD merupakan kemenangan rakyat. Diketahui voting rapat paripurna memutuskan pemilihan kepala daerah melalui mekanisme DPRD.

"Kalau kami yakin kemenangan ini demokrasi untuk rakyat," kata Ketua Fraksi Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (26/9).

Hidayat lalu menyinggung adanya penangkapan Gubernur Riau Annas Maamun oleh KPK. Ia menuturkan Annas merupakan produk pilkada langsung.

"Kalau kita ingat tragedi kemarin pukul 18.00 WIB soal Gubernur (Gubernur Riau Annas Maamun) ditangkap tangan oleh KPK. Bupati Biak Numfor juga. Ini kan kepala daerah hasil Pilkada langsung," kata Hidayat.

PKS bersama Koalisi Merah Putih, kata Hidayat, tidak menginginkan persoalan itu terus terjadi. "Kami ingin pemimpin yang bermartabat yang dikoreksi melalui pilkada melalui DPRD," imbuhnya.

Selain itu, Hidayat mengatakan pihaknya juga berterimakasih kepada PDIP, PKB dan Hanura karena tidak melakukan aksi walkout. "Warga bangsa juga tidak berlaku anarkis, sudah rasional. Ini kita harus kawal," imbuhnya. (Ferdinand Waskita)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×