kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

PDI-P: Sejak awal Demokrat bermain drama


Jumat, 26 September 2014 / 07:03 WIB
ILUSTRASI. Waspada! 5 Efek Samping Minyak Zaitun untuk Kulit Wajah Jika Berlebihan


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Politisi Partai Demorasi Indonesia Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengatakan partainya telah memperkirakan Partai Demokrat akan walkout saat pengambilan keputusan tentang RUU Pilkada di sidang paripurna DPR.

“Karena ternyata hanya main drama Pak Benny K Harman dan Demokrat. Kami sendiri sejak awal sudah mendengar selentingan mereka akan abstain,” kata Eva di Kompleks Parlemen, Jumat (26/9) dini hari. 

Meski sudah mendengar kabar Demokrat akan abstain, kata Eva, PDI Perjuangan tetap memberi kesempatan Demokrat membuktikan keseriusannya mempertahankan pilkada langsung. Sayangnya, kesempatan tersebut tak dimanfaatkan dengan baik oleh Demokrat. 

“Lucunya, ada celah saat walkout. Masih ada enam (anggota Fraksi Partai Demokrat) yang tinggal walaupun (yang) dijanjikan (Demokrat) katanya akan pro kepada pilsung (pilkada langsung) ternyata tidak terbukti,” imbuh Eva. 

Eva juga mempertanyakan keseriusan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Terlebih lagi, ujar dia, SBY sudah berbicara dalam video yang diunggah di YouTube tentang pentingnya demokrasi yang melibatkan masyarakat. (Dani Prabowo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×