kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

PDI-P: Sejak awal Demokrat bermain drama


Jumat, 26 September 2014 / 07:03 WIB
ILUSTRASI. Waspada! 5 Efek Samping Minyak Zaitun untuk Kulit Wajah Jika Berlebihan


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Politisi Partai Demorasi Indonesia Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengatakan partainya telah memperkirakan Partai Demokrat akan walkout saat pengambilan keputusan tentang RUU Pilkada di sidang paripurna DPR.

“Karena ternyata hanya main drama Pak Benny K Harman dan Demokrat. Kami sendiri sejak awal sudah mendengar selentingan mereka akan abstain,” kata Eva di Kompleks Parlemen, Jumat (26/9) dini hari. 

Meski sudah mendengar kabar Demokrat akan abstain, kata Eva, PDI Perjuangan tetap memberi kesempatan Demokrat membuktikan keseriusannya mempertahankan pilkada langsung. Sayangnya, kesempatan tersebut tak dimanfaatkan dengan baik oleh Demokrat. 

“Lucunya, ada celah saat walkout. Masih ada enam (anggota Fraksi Partai Demokrat) yang tinggal walaupun (yang) dijanjikan (Demokrat) katanya akan pro kepada pilsung (pilkada langsung) ternyata tidak terbukti,” imbuh Eva. 

Eva juga mempertanyakan keseriusan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Terlebih lagi, ujar dia, SBY sudah berbicara dalam video yang diunggah di YouTube tentang pentingnya demokrasi yang melibatkan masyarakat. (Dani Prabowo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×