kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.087.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.891   16,00   0,09%
  • IDX 7.389   -51,51   -0,69%
  • KOMPAS100 1.027   -9,91   -0,95%
  • LQ45 752   -7,70   -1,01%
  • ISSI 260   -2,22   -0,85%
  • IDX30 399   -2,52   -0,63%
  • IDXHIDIV20 491   -4,11   -0,83%
  • IDX80 115   -1,17   -1,01%
  • IDXV30 133   -1,68   -1,25%
  • IDXQ30 129   -0,54   -0,42%

Soal Persetujuan Israel Sebagai Syarat Indoensia Masuk OECD, Ini Kata Menko Airlangga


Kamis, 11 Desember 2025 / 13:39 WIB
Soal Persetujuan Israel Sebagai Syarat Indoensia Masuk OECD, Ini Kata Menko Airlangga
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan Jakarta.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Langkah Pemerintah Indonesia untuk bergabung sebagai anggota penuh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memang harus memenuhi syarat adanya persetujuan bulat dari seluruh negara anggota, termasuk dari Israel yang sudah terlebih dahulu masuk ke anggota OECD.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, proses aksesi OECD memang mensyaratkan persetujuan tanpa keberatan (unanimous) dari seluruh anggota, termasuk Israel.

Namun, ia menegaskan sikap Indonesia terkait hubungan dengan Israel sudah jelas dan sepenuhnya, merujuk pada pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca Juga: Permintaan Pita Cukai Melonjak, Bea Cukai Optimistis Target Penerimaan 2026 Tercapai

“Bapak Presiden sudah jelas dalam pidato di PBB, dan saya pikir itu sudah menjadi jelas bahwa apabila Israel menyelesaikan issue secara politik dengan Palestina, maka di situlah proses mengenai Indonesia. Jadi, tidak ada statement lain kecuali statement Pak Presiden di dalam pidato PBB,” tutur Airlangga dalam Konferensi Pers terkait Perkembangan Proses aksesi OECD Indonesia, Kamis (11/12/2025).

Untuk diketahui, dalam sidang PBB, Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan Indonesia akan mengakui Israel, bila Israel mengakui Palestina.

Prabowo menyatakan Indonesia harus menjamin status kenegaraan Palestina. Juga apabila Israel mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Palestina, Indonesia akan segera mengakui negara Israel serta memberikan jaminan terhadap keamanan Israel.

Menurut Airlangga, Presiden telah menegaskan Indonesia baru dapat mempertimbangkan langkah-langkah terkait normalisasi jika Israel menyelesaikan persoalan politik fundamentalnya dengan Palestina.

Ia menambahkan tidak ada pernyataan lain dari pemerintah selain apa yang telah disampaikan secara resmi oleh Presiden dalam forum internasional tersebut.

Baca Juga: Diancam Purbaya, Bea Cukai Langsung Benahi Situs dan Tambah Fitur AI

Adapun pada minggu ini, tim Sekretariat OECD berkunjung  ke Indonesia untuk menyampaikan dukungan  langsungnya dalam percepatan aksesi Indonesia. Tim  OECD membahas persiapan tahap tinjauan teknis dengan perwakilan kementerian dan lembaga.

Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi anggota OECD pada 2027 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×