kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.185   32,00   0,18%
  • IDX 4.907   -189,77   -3,72%
  • KOMPAS100 629   -27,75   -4,22%
  • LQ45 498   -20,36   -3,93%
  • ISSI 164   -6,45   -3,79%
  • IDX30 280   -10,96   -3,76%
  • IDXHIDIV20 378   -13,82   -3,53%
  • IDX80 73   -3,14   -4,13%
  • IDXV30 105   -3,78   -3,47%
  • IDXQ30 94   -3,49   -3,58%

Soal Natuna, PBNU minta pemerintah untuk tegas terhadap China


Selasa, 07 Januari 2020 / 23:36 WIB
ILUSTRASI. Pergerakan Kapal Perang Republik (KRI) dengan kapal Coast Guard China terlihat melalui layar yang tersambung kamera intai dari Pesawat Boeing 737 Intai Strategis AI-7301 Skadron Udara 5 Wing 5 TNI AU Lanud Sultan Hasanudin Makassar di Laut Natuna, Sabtu (


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Yudho Winarto

"Oleh karena itu, NU mendukung sikap tegas Pemerintah RI terhadap China, dalam hal ini yang telah dilakukan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) dan Badan Keamanan Laut (Bakamla)," kata Said.

Baca Juga: Dinilai tidak tegas soal Natuna, Luhut: Saya bukan orang bego

Meskipun China merupakan investor terbesar ketiga Indonesia, pihak NU berharap Pemerintah RI dapat bersikap tegas dan tidak menegosiasikan kedaulatan teritorial dengan kepentingan ekonomi.

Menurut NU, keutuhan dan kesatuan wilayah NKRI, baik di darat, laut, maupun udara adalah harga mati yang tidak bisa ditukar dengan kepentingan apa pun.

Untuk jangka panjang, NU meminta pemerintah RI untuk mengutamakan fungsi laut dan maritim sebagai kekuatan ekonomi serta geopolitik. Pasalnya, kedudukan laut dinilai sangat strategis apabila digunakan sebagai basis pertahanan Indonesia.

Di sisi lain, PBNU juga mendesak pemerintah China untuk berhenti melakukan tindakan provokatif terhadap kedaulatan wilayah perairan RI.

Apalagi kedaulatan tersebut telah diakui dan ditetapkan oleh Konvensi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tentang Hukum Laut atau ‘United Nations Convention on the Law of the Sea’ (UNCLOS) sejak tahun 1982.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×