kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Kepala BGN: Program Makan Bergizi Gratis Tak Bisa Dihentikan, Janji Politik Prabowo


Rabu, 22 Juli 2026 / 22:12 WIB
Kepala BGN: Program Makan Bergizi Gratis Tak Bisa Dihentikan, Janji Politik Prabowo
ILUSTRASI. BGN siapkan digitalisasi tata kelola MBG (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak bisa dihentikan karena merupakan janji politik Presiden Prabowo Subianto.

Menurut dia, aspirasi masyarakat yang meminta program MBG dihentikan atau dibubarkan, tidak bisa disanggupi karena bukan merupakan ranah kewenangannya.

Baca Juga: Revitalisasi Tata Kelola Program Gizi Kunci Percepat Pembangunan SDM Indonesia

"Kalau misalnya ada yang atas nama kritik, kemudian kritiknya sama dengan, misalnya hentikan atau bubarkan MBG, saya kira itu bukan kritik, bukan ranah kami untuk hentikan atau membubarkan BGN, makan bergizi adalah tender politiknya Presiden Prabowo," kata Sudaryono, di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).

Sudaryono mengatakan, program MBG telah direncanakan jauh-jauh hari oleh Prabowo yang disampaikan dalam kampanye Pilpres 2024.

"Direncanakan jauh-jauh hari, disampaikan di momen kampanye, dan kemudian beliau terpilih jadi Presiden, sehingga yang kita lakukan fokusnya adalah perbaikan tata kelola," ucap dia.

Pada hari perdananya sebagai Kepala BGN Sudaryono mengaku telah menyampaikan kepada bawahannya untuk menyadari banyak persoalan yang perlu diselesaikan.

Baca Juga: Pilih Insentif Ketimbang Kerek Suku Bunga, Gubernur BI Beberkan Alasannya

"Saya sampaikan kepada tim bahwa kita mengetahui dan kita tahu, kita menyadari ada persoalan dan kita harus, we have to run into the problem, kita harus mau menyelesaikan persoalan, tidak boleh kita lari dari masalah," ujar dia.

Di bawah kepemimpinannya, BGN akan memastikan pelaksanaan program MBG akan berjalan dengan aman dan tepat sasaran.

"Saya ingin mengajak kepada seluruh tim untuk kita jangan larut terhadap pesimisme dan kesedihan, jadi harus optimis kita bisa selesaikan persoalan ini," tutur dia.

Ia menaruh harapan besar agar MBG mampu memberikan dampak yang positif bagi kesejahteraan masyarakat kecil, terutama di wilayah pedesaan.

"Untuk memberikan efek positif terhadap perekonomian khususnya berada di desa-desa. Ini adalah program dari rakyat dan akan diberikan kepada mereka," ujar dia.

Baca Juga: Sudaryono Minta Tata Kelola BGN Lebih Terbuka, Pegawai yang Tak Siap Diminta Mundur

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Sudaryono menjadi kepala BGN menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri.

Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menuturkan, Sudaryono dipilih karena sejak awal mengikuti program Makan Bergizi Gratis sejak masih dalam konsep hingga dilahirkan.

Sudaryono juga sejak awal juga dinilai mengikuti, berdiskusi, menggagas dan mengonsep pelaksanaan teknis MBG sebagai Wamentan.

"Badan Gizi Nasional yang kegiatannya memberikan Makan Bergizi Gratis itu tidak pernah lepas dari tugas beliau di Kementerian Pertanian karena bagaimanapun juga, sumber-sumber bahan baku, sumber-sumber bahan pangan Makan Bergizi Gratis itu di-support dan ditopang dalam ekosistem oleh Kementerian Pertanian," kata Prasetyo.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/07/22/20272341/kepala-bgn-bukan-ranah-kami-hentikan-atau-membubarkan-mbg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×