Reporter: Leni Wandira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan pembenahan tata kelola menjadi prioritas setelah resmi memimpin lembaga pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia bahkan mempersilakan pegawai yang tidak siap mengikuti perubahan untuk mundur dengan mengajukan pindah atau kembali ke instansi asal.
Sudaryono mengatakan fokus awal kepemimpinannya adalah memastikan seluruh persoalan yang masih membelit BGN diselesaikan sesuai mekanisme hukum, sementara organisasi tetap berjalan agar pelaksanaan program MBG tidak terganggu.
Baca Juga: Sudaryono Janji Benahi Tata Kelola BGN, Dorong Sistem Lebih Transparan
"Yang hukum-hukum ya kita serahkan kepada pihak berwajib. Dan yang tidak ya harus kerja," ujar Sudaryono di kantornya, Rabu (22/7/2026).
Menurut dia, percepatan pembenahan membutuhkan organisasi yang solid. Karena itu, pegawai yang merasa tidak sanggup mengikuti ritme kerja baru dipersilakan menyampaikan keinginannya.
"Kalau merasa berat, beberapa orang di posisi tertentu boleh mengajukan surat, misalnya mau kembali ke instansi lain atau mau pindah. Saya persilakan. Karena kita ingin gerak cepat, efektif, efisien," katanya.
Sudaryono mengaku telah menerima berbagai masukan mengenai pelaksanaan Program MBG, baik saat masih terlibat dalam pembahasan program di awal, ketika menjabat Wakil Menteri Pertanian, maupun dari kader Partai Gerindra di daerah.
Seluruh informasi tersebut, kata dia, akan dikaji bersama jajaran internal BGN dan dipadukan dengan masukan dari berbagai pihak sebelum menjadi dasar pengambilan kebijakan.
Baca Juga: Sudaryono Siap Benahi Tata Kelola BGN
"Semuanya sudah saya catat. Tinggal nanti kita elaborasi dengan internal dan juga menerima masukan dari eksternal," ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang mengatasnamakan dirinya, keluarga, teman maupun alumni untuk meminta perlakuan khusus dalam pelaksanaan Program MBG.
"Kalau ada orang yang mengaku keluarga saya, teman saya, alumni saya kemudian meminta atensi atau perlakuan khusus, saya pastikan itu tidak ada hubungannya dengan saya. Silakan dilaporkan kepada pihak berwajib," tegasnya.
Sudaryono menambahkan pengelolaan BGN ke depan akan mengedepankan prinsip keterbukaan. Menurutnya, seluruh proses harus dilakukan melalui mekanisme resmi dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Indonesia cerah, tidak perlu gelap-gelap. Kalau rapat-rapat tertutup dan gelap itu justru mencurigakan," ujarnya.
Ia menambahkan arahan Presiden Prabowo Subianto kepadanya adalah menyelesaikan persoalan secara langsung dengan mengedepankan kepentingan masyarakat.
Baca Juga: Gelar RUPS, Bukalapak (BUKA) Rombak Jajaran Pengurus
"Target khusus dari Presiden adalah bekerja efektif, efisien, cepat menyelesaikan masalah. Run into the problem, cintai rakyat dan gunakan akal sehat," katanya.
Sudaryono berharap masyarakat dan media turut mengawal pelaksanaan Program MBG secara objektif.
Ia menegaskan kritik dan laporan pelanggaran tetap diperlukan, namun harus didasarkan pada fakta agar tidak menimbulkan misinformasi yang dapat mengganggu pelaksanaan program.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
