kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Soal kursi Ketua DPR, PDIP tunggu hasil uji materi


Sabtu, 23 Agustus 2014 / 09:34 WIB
ILUSTRASI. Dokumenter In the Name of God: A Holy Betrayal, salah satu rekomendasi serial dokumenter populer Netflix yang wajib ditonton.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Mengenai posisi Ketua DPR, Wakil Sekjen DPP PDIP Ahmad Basara mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan uji materi yang diajukan PDIP tentang Undang-undang MPR DPR DPD, DPRD (MD3).

Ahmad mengatakan pasal yang digugat adalah pasal 84 yang mengatur pimpinan DPR dipilih secara voting. Padahal sebelumnya posisi tersebut adalah jatah pemenang pemilihan umum (Pemilu), yang tahun ini dimenangkan oleh PDIP.

"Kalau dikabulkan atau ditolak, nanti strateginya masih rahasia," kata Ahmad di kantor DPP PDIP, Jakarta Selatan, Jumat (22/8).

Sebelumnya, salah seorang Ketua DPP PKB, Abdul Qadir Karding sempat mengusulkan agar unsur pimpinan DPR diberikan kepada sepuluh peserta pemilu, dan masing-masing partai mendapat satu kursi kepemimpinan.

Menjawab hal itu Ahmad Basara mengatakan ia sependapat dengan Karding, pihaknya harus melihat norma hukumnya, kemudian asas kepatutan dari gagasan tersebut.

"Sehingga gagasan itu harus punya payung hukum yang jelas," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×