kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Soal kelaikan pesawat MA-60, pemerintah tunggu investigasi KNKT


Senin, 09 Mei 2011 / 14:49 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kelaikan terbang pesawat MA-60 buatan China menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan, pemerintah akan mengambil keputusan berdasarkan hasil investigasi KNKT tersebut.

Dia mengatakan, pemerintah tidak ingin terlalu cepat membuat kesimpulan. "Jadi kita tunggu saja hasil investigasi kemudian baru kita bisa membuat justifikasi," katanya, Senin (9/5).

Freddy mengatakan, pesawat MA-60 itu sudah dipakai dan beroperasi di beberap negara. Selain itu, dia mengatakan, pengadaan pesawat tersebut juga dalam batas kewajaran.

Sebelumnya, pesawat jenis ini yang digunakan maskapai Merpati ini jatuh di perairan Kaimana, Papua Barat.
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku sempat mempertanyakan pengadaan pesawat itu. Ia pernah tidak setuju dengan pengadaan itu namun diloloskan.

Soal penolakan Kalla, Freddy membantahnya. Menurut Freddy, pengadaan pesawat itu sudah dilakukan sejak pemerintahan Megawati Soekarnoputri. "Waktu beliau jadi wakil presiden sudah ada laporan-laporannya," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×