kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.145   1,00   0,01%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

SMF Menambah Utang Demi Kejar Target FLPP Tahun 2025


Kamis, 12 Februari 2026 / 13:39 WIB
SMF Menambah Utang Demi Kejar Target FLPP Tahun 2025
ILUSTRASI. PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) (Dok/SMF)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-SURAKARTA. PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menerbitkan surat utang tambahan untuk mengejar target penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025. 

Langkah ini ditempuh guna memastikan pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap berjalan optimal di tengah tingginya kebutuhan pendanaan.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengungkapkan,  pada 2025 pemerintah menargetkan pembiayaan untuk 350.000 unit rumah melalui skema FLPP. 

Baca Juga: Pemerintah Alokasikan Rp 58 Triliun untuk Program 3 Juta Rumah di Tahun 2026

Namun, realisasi hingga saat ini berada di kisaran  290.000 unit atau sekitar 80% dari target.

"Jadi kami harus mengeluarkan surat utang lagi, nomboki, supaya target daripada 350.000 unit rumah itu tercapai," ujar Ananta dalam Media Briefing di Surakarta, Kamis (12/2/2026).

Sepanjang tahun 2025, SMF telah menyalurkan dana sekitar Rp 8 triliun hingga Rp 9 triliun. Padahal, pada tahun yang sama, SMF mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar 6,8 triliun untuk memperkuat kapasitas pembiayaan. 

Meski demikian, kebutuhan dana tetap lebih besar sehingga SMF perlu melakukan pendanaan tambahan melalui penerbitan surat utang.

Di sisi lain, Ananta menjelaskan, dalam program 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah, SMF berkontribusi sebesar 25% dari total pembiayaan FLPP secara nasional. 

Baca Juga: Prabowo - Trump Akan Tandatangani Kesepakatan Tarif Dagang Pekan Depan

Sementara 75% pendanaan berasal dari pemerintah melalui skema Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Sejak 2018 hingga saat ini, Ananta mengungkapkan bahwa SMF telah menyalurkan sekitar Rp 34 triliun untuk mendukung pembiayaan sekitar 904.000 unit rumah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×