kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Singgung Tom Lembong, Menteri Bahlil Pamer NIB yang Terbit Kini Capai 11.096 Per Hari


Rabu, 24 Januari 2024 / 15:11 WIB
Singgung Tom Lembong, Menteri Bahlil Pamer NIB yang Terbit Kini Capai 11.096 Per Hari
ILUSTRASI. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyinggung proyek Online Single Submission (OSS) yang sempat jadi polemik di era Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong.

Menurutnya, OSS sempat menjadi polemik sebab Kepala BKPM terdahulu yakni Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong menolak proyek OSS. Tom Lembong kala itu menjabat sebagai Kepala BKPM periode 2016-2019.

Untuk diketahui, OSS adalah sistem elektronik terintegrasi yang dikelola dan diselenggarakan oleh Lembaga OSS untuk penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko.

“Pemimpin BKPM terdahulu menolak OSS di BKPM. Makanya sempat di Kemenko, dan waktu itu trouble (masalah) dan banyak pengusaha yang mengeluh terhadap hal ini. Ini menyangkut kepemimpinan, bukan omon-omon saja,” tutur Bahlil dalam konferensi pers, Rabu (24/1).

Nah saat dirinya didapuk menjadi Menteri Investasi/Kepala BKPM, sistem kebijakan OSS diambil alih BKPM. Hasilnya pada 2019, Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diproses dari OSS mencapai 1.927 izin per hari, meningkat dari 2018 yang hanya mencapai 829 per hari.

“Dengan anggaran yang sama, begitu pelimpahan 2019 kami masuk di transisi kami memutuskan kita fokus, dunia usaha harus kita memberikan pelayanan terbaik, UU Cipta Kerja kita lakukan, alhamdulillah OSS keluarkan NIB per hari 11.096 per hari di 2023,” ungkapnya.

Baca Juga: Bahlil Bereskan Investasi Mangkrak Rp 558 Triliun Warisan Tom Lembong

Sebelumnya, Bahlil sempat menyebutkan anggaran untuk OSS ini masih terbilang cukup kecil, hanya Rp 30 miliar.

Menurutnya, anggaran tersebut tidak bisa memberikan ekspektasi lebih kepada investor dan publik. Ia mengakui secara sistem OSS sudah cukup bagus, akan tetapi kinerjanya tidak sesuai harapan karena minimnya anggaran yang diberikan.

Agar kinerja OSS semakin baik, Bahlil berharap akan ada tambahan anggaran yang disetujui oleh DPR dan kemudian diberikan oleh Kementerian Keuangan.

Ia membandingkan sistem aplikasi di Kementerian Keuangan yang disebut menghabiskan dana ratusan miliar hingga triliunan rupiah. Sementara dana untuk OSS hanya Rp 30 miliar, padahal target investasi yang harus dicapai tahun ini sebesar Rp 1.400 triliun, bahkan pada tahun depan meningkat hingga Rp 1.600 triliun.

Selanjutnya: Terlemah di Asia, Rupiah Spot Ditutup ke Rp 15.713 Per Dolar AS Pada Hari Ini (24/1)

Menarik Dibaca: 5 Minuman Tinggi Vitamin C untuk Kecantikan Kulit, Bikin Glowing dan Awet Muda

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×