kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Simak pertimbangan ekonom proyeksikan pertumbuhan ekonomi 5,1% di kuartal II


Minggu, 04 Agustus 2019 / 10:25 WIB


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

Dalam laporan BKMP terkait realisasi investasi sepanjang April-Juli 2019 tercatat sebesar Rp 200,5 triliun, meningkat sebesar 13,7% dibanding periode sama tahun 2018. Namun, batu sandungan kemungkinan berasal dari belanja pemerintah yang meningkat.

Baca Juga: Spekulasi AS pertahankan bunga, rupiah dekati level terkuat tujuh tahun

“Kenaikan gaji, dari sisi defisit kuartal II-2019 terlihat mengalami pelebaran terutama saat April lalu,” kata Faisal kepada Kontan.co.id, Jumat (2/8).

Di sisi lain, Luthfi menambahkan defisit perdagangan masih menjadi momok pertumbuhan ekonomi. Alasannya import masih kenceng, sementara ekspor melempem. “Impor migas masih lebar, ekspor minyak sawit dan batubara makin sempit,” tutur Luhfi.

Akan tetapi, dia tidak memungkiri bahwa situasi tersebut dialami oleh seluruh negara karena terjadi pelemahan ekonomi global akibat perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×