kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.534   34,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Siapakah Ananta Tour yang membantu First Travel?


Senin, 30 Oktober 2017 / 17:47 WIB


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Para jamaah PT First Anugerah Karya Wisata (dalam PKPU) alias First Travel dapat bernafas lega. Sebab, dalam rapat kreditur, Senin (30/10) hadir Ananta Tour yang bersedia dan serius sebagai penyelenggara pemberangkatan 60.000 jamaah umrah First Travel.

Lalu siapakah Ananta Tour? 

Berdasarkan pengakuan dari salah satu pengurus PKPU Sexio Noor Sidqi, Ananta Tour bukan lah pihak baru di First Travel. Sebab, sebelum menggunakan bendera First Travel pada 2011-2013, bos perusahaan Andika Surrachman dan Anniesa Hasibuan menggunakan jasa Ananta Tour untuk pemberangkatan umrah.

Pasalnya, saat itu First Travel belum mendapatkan ijin dari Kementerian Agama. "Jadi sebenarnya First Travel dengan Ananta Tour sudah memiliki kedekatan pribadi," ujar Sexio kepada Kontan.co.id, Senin (30/10). Bahkan, pada 2016 hingga pertengahan 2017 kembali bekerjasama untuk pemberangkatan umrah.

Adapun saat ini, Ananta Tour juga tercatat sebagai kreidtur dari First Travel. Tapi hal itu tidak menggentarkan Ananta Tour untuk membantu perusahaan dalam pemberangkatan jamaah. Namun sayangnya, diakui Sexio saat ini belum ada formulasi yang tepat bagi Ananta Tour dalam memberangkatkan jamaah.

Hal itu mengingat, biaya umrah First Travel yang dipatok begitu murah Rp 14 jutaan. "Apakah dana tersebut masih bisa memberangkatkan jamaah saat ini? itu yang perlu dibahas," tambahanya. Maka dari itu, perusahaan kembali diberi perpanjangan dalam PKPU tetap selama 20 hari untuk menyusun formulasi bagaimana pemberangkatan para jamaah dengan hadirnya Ananta Tour.

Sementara itu, Direktur Utama Ananta Tour Iwan Tigor Hamsana juga menyatakan, masih menunggu perjanjian dengan First Travel soal ini. "Kami meminta adanya perjanjian yang tidak terlepas dari proposal perdamaian," tuturnya.

Dirinya pun menekankan, Ananta Tour hanya merupakan penyelenggara saja. Sementara biaya pemberangkatan masih menjadi tanggungjawab First Travel. Hal itu mengingat, ijin First Travel yang telah dicabut oleh Kementerian Agama. Lalu bagaimana First Travel bisa memberangkatkan para jamaah? Dalam proposal perusahaan membutuhkan waktu 6-12 bulan dalam bentuk pemulihan sembai mencari sang investor.

Sayangnya, Sexio belum bisa menjelaskan lebih lanjut bagaimana prosesnya dengan investor. "Kami masih dalami soal investor dan masih dalam proses," lanjutnya. Hal yang sama jug adiutarakan kuasa hukum First Travel yang baru Damba Akmala. "Karena saya baru saja ditunjuk, jadi masih belum bisa bahas," terangnya.

Adapun dalam proposalnya, perusahaan berjnaji untuk memberangkatkan jamaah tujuh hari setelah masa pemulihan dengan skema First In First Out (FIFO). Yangmana, FIFO mengatur pemberangkatan sesuai dengan prioritas kelas yakni calon jamaah VIP (kriteria 1) yang diberangkatkan dulu sampai calon jamaah down payment (kriteria 7) yang diberangkatan terakhir.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×