kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Setya Novanto: Kami tak bisa halangi PPP


Rabu, 08 Oktober 2014 / 15:29 WIB
ILUSTRASI. Proses alih kelola 35% saham Shell di Blok Masela ke PT Pertamina ditargetkan tuntas selambat-lambatnya pada akhir April 2023. TRIBUNNEWS/HERUDIN


Sumber: TribunNews.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Bendahara Partai Golkar yang juga Ketua DPR Setya Novanto mengatakan, kubu Koalisi Merah Putih (KMP) menghormati pilihan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang akhirnya memilih bergabung ke Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dalam pemilihan pimpinan MPR, Rabu (8/10/2014) dinihari.

"Kami menghargai semua yang dilakukan PPP (menyeberang ke KIH), karena itu merupakan suatu demokrasi dalam politik," kata Setya kepada wartawan di Gedung Nusantara III DPR/MPR RI, Senayan, Rabu (8/10/2014).

Ketua DPR tersebut menuturkan, dirinya bersama Fadli Zon dan Idrus Marham sudah mengajak PPP untuk tetap satu suara dalam pemilihan pimpinan MPR. Namun upaya itu gagal, dan PPP menyeberang dan masuk dalam kubu KIH.

"Saya bersama Fadli Zon dan Idrus sudah mendatangi ke ruangannya untuk tetap bersama, tapi karena pilihan PPP sendiri kami tidak bisa menghalangi. Kenyataannya kami berjalan lancar dan ini wujud KMP yang tetap menghargai semua pihak," katanya.

Sementera itu, terkait bila PPP kembali ke KMP apakah akan diterima atau tidak, Setya Novanto menyerahkan keputusan itu pada pimpinan KMP. "Saya serahkan pada petinggi KMP dan para ketua partai, nanti di lihat perkembangannya. Tetapi bagi saya pribadi, mereka adalah sahabat saya," katanya. (Wahyu Aji)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×