kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Setahun berdiam, proyek baru berjalan


Kamis, 15 Oktober 2015 / 11:58 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) akan genap berumur satu tahun. Sejumlah kementerian mengklaim telah mencapai banyak hal dalam periode tersebut. Salah satunya di bidang pembangunan infrastruktur.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, di bidang infrastruktur sudah ada beberapa proyek hasil inisiasi pemerintahan Jokowi yang berjalan. Ia mencontohkan, proyek pembangunan 13 bendungan, program sejuta rumah dan pembangunan infrastruktur jalan tol Trans Sumatra.

Pemerintah Jokowi- JK juga mengklaim berhasil melanjutkan beberapa proyek mangkrak yang diwariskan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Antara lain percepatan pembangunan tol Cikopo - Palimanan, pembangunan jalan tol Solo - Ngawi - Kertosono dan penggenangan waduk Jatigede. "Proyek jalan tol Solo - Ngawi - Kertosono berhasil diambil alih dari PT Thiess Contractors sebagai pemegang konsesi, sehingga (kelanjutan proyeknya) bisa lebih mudah," ujar Basuki Selasa (13/10).

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU-Pera Mudjiadi menuturkan kementeriannya terus menggeber pembangunan berbagai proyek infrastruktur pemerintah. Ia mencontohkan, progress pembangunan sodetan Kali Ciliwung hingga Oktober ini sudah mencapai separuh dari target. Sementara, sisanya menunggu penyelesaian pembebasan lahan.

Cukup cepat

Pembangunan infrastruktur dalam setahun kepemimpinan Jokowi - JK juga direspon positif oleh pelaku bisnis. Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Indonesia (Apersi) melihat banyak kemajuan positif yang dicapai dalam bidang infrastruktur.

Ketua Umum Apersi Eddy Ganefo mengungkapkan, pembangunan infrastruktur khususnya yang dilaksanakan oleh Kementerian PU-Pera berjalan cepat. "Ini satu hal yang menggembirakan, ada komitmen dan memang ada percepatan," ujarnya kepada KONTAN Rabu (14/10).

Ia berharap, pemerintah tetap mempertahankan percepatan pembangunan infrastruktur dalam tahun-tahun mendatang. "Saya yakin bisa terlaksana mengingat proses lelang proyek tahun 2016 sudah dimulai pada tahun ini," kata Eddy.

Catatan saja,  untuk mempercepat pembangunan proyek infrastruktur di tahun 2016, Kementerian PU-Pera mempercepat proses pelelangan beberapa proyek sejak bulan lalu. Setidaknya ada sekitar 7.897 paket pekerjaan yang akan dilelang selama September hingga Desember 2015.

Total nilai paket pekerjaan yang akan dilelang mencapai Rp 54,9 triliun yang berasal dari empat direktorat jenderal (Ditjen). Masing-masing adalah proyek dari Ditjen Sumber Daya Air, Ditjen Bina Marga, Ditjen Cipta Karya dan Ditjen Penyediaan Perumahan.    

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×