kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.087.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.891   16,00   0,09%
  • IDX 7.389   -51,51   -0,69%
  • KOMPAS100 1.027   -9,91   -0,95%
  • LQ45 752   -7,70   -1,01%
  • ISSI 260   -2,22   -0,85%
  • IDX30 399   -2,52   -0,63%
  • IDXHIDIV20 491   -4,11   -0,83%
  • IDX80 115   -1,17   -1,01%
  • IDXV30 133   -1,68   -1,25%
  • IDXQ30 129   -0,54   -0,42%

Seruan Indonesia: AS dan Israel Diminta Hentikan Serangan ke Iran


Kamis, 12 Maret 2026 / 03:46 WIB
Seruan Indonesia: AS dan Israel Diminta Hentikan Serangan ke Iran
ILUSTRASI. Indonesia serukan AS & Israel setop serangan ke Iran, serta meminta Teheran tak serang negara Teluk. Korban jiwa capai ribuan. (dok/tribun wow)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Indonesia kembali menyerukan penghentian serangan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, sekaligus meminta Teheran untuk tidak menyerang negara-negara tetangga di kawasan Teluk.

Melansir Infopublik.id, seruan tersebut disampaikan menyusul eskalasi konflik bersenjata yang dipicu oleh serangan gabungan AS dan Israel pada Sabtu (28/2/2026), yang kemudian direspons dengan serangan balasan dari Iran.

Konflik tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk ratusan anak-anak.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan serta dampak kemanusiaan yang ditimbulkan di kawasan Timur Tengah.

“Pemerintah Indonesia menyerukan kepada Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran,” demikian pernyataan Kemlu RI melalui media sosial X yang dipantau di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Indonesia Minta Iran Tidak Menyerang Negara Teluk

Selain meminta penghentian serangan oleh AS dan Israel, Indonesia juga menyerukan agar Iran tidak melancarkan serangan ke negara-negara tetangga di kawasan Teluk.

Negara-negara yang disebut antara lain Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Oman, Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

Baca Juga: Inilah Prediksi 1 Syawal Lebaran 2026 Menurut Muhammadiyah, Pemerintah, NU, dan BRIN

Pemerintah Indonesia menegaskan pentingnya semua pihak untuk menjunjung tinggi prinsip-prinsip hukum internasional, terutama larangan penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah suatu negara.

Indonesia juga mendorong agar ketegangan segera diredakan melalui jalur dialog dan diplomasi.

Pemerintah Pantau WNI dan Siapkan Evakuasi

Di tengah meningkatnya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, pemerintah Indonesia meningkatkan pemantauan terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang berada di negara-negara Teluk.

Kemlu RI menyatakan telah menyiapkan langkah kontingensi jika kondisi keamanan mengharuskan dilakukannya repatriasi atau pemulangan WNI dari kawasan tersebut.

“Pemerintah Indonesia terus memantau secara dekat dampak konflik terhadap WNI di kawasan dan telah menyiapkan langkah kontingensi jika kondisi mengharuskan dilakukan repatriasi dari berbagai negara,” tulis Kemlu.

Baca Juga: Kemenkeu Pastikan Pengelolaan Risiko Pembayaran Utang Masih Terkendali




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×