kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

Selama Ini Salah Kaprah: Operasi Modifikasi Cuaca Ternyata Bukan Sekadar Bikin Hujan


Rabu, 20 Mei 2026 / 03:50 WIB
Selama Ini Salah Kaprah: Operasi Modifikasi Cuaca Ternyata Bukan Sekadar Bikin Hujan
ILUSTRASI. BMKG menjelaskan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama ini masih sering disalahpahami sebagai “hujan buatan”. Padahal, teknologi ini memiliki fungsi jauh lebih luas dalam pengelolaan sumber daya air serta mitigasi bencana (Dok/BMKG.go.id)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Budi mengakui bahwa tantangan terbesar pelaksanaan OMC bukan hanya aspek teknis, tetapi juga persepsi masyarakat yang masih mengaitkan kegiatan ini dengan dampak negatif.

Beberapa isu yang sempat mencuat antara lain dugaan perubahan kualitas air hingga keluhan kesehatan warga sekitar lokasi pelaksanaan.

Namun BMKG memastikan bahan semai yang digunakan aman bagi lingkungan.

"BMKG memastikan seluruh proses menggunakan bahan semai yang ramah lingkungan. Bahan semai yang kita gunakan adalah natrium klorida, tidak mengandung unsur berbahaya seperti nitrit atau fosfor,” jelasnya.

BMKG juga rutin melakukan pengujian kualitas air sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan OMC. Hasil pengujian kemudian dibandingkan untuk memastikan tidak terjadi perubahan signifikan yang berdampak terhadap lingkungan.

Terkait isu banjir, BMKG menegaskan bahwa pelaksanaan OMC selalu berbasis data ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, mulai dari lokasi penyemaian, arah angin, hingga jalur pergerakan awan.

Tonton: Alih-Alih Menenangkan, Komunikasi Prabowo Soal Rupiah Bikin Kondisi Kian Runyam

Meski demikian, BMKG menekankan bahwa OMC hanya merupakan bagian dari solusi adaptasi perubahan iklim. Teknologi ini tetap harus diiringi perbaikan ekosistem dan tata kelola lingkungan secara menyeluruh.

"OMC adalah alat bantu mitigasi. Solusi jangka panjang tetap pada perbaikan lingkungan dan infrastruktur air di daratan,” pungkas Budi Harsoyo.

Tabel: Perbedaan Tujuan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

Tujuan OMC Sasaran Utama Strategi Hujan Dampak yang Diharapkan
Pengisian waduk/danau Catchment area waduk/danau Menambah hujan di daerah tangkapan air Cadangan air meningkat, pasokan irigasi dan listrik terjaga
Mitigasi karhutla Lahan gambut/rawan terbakar Membasahi wilayah rentan Kelembapan tanah naik, risiko kebakaran turun
Mitigasi banjir Wilayah rawan banjir Mengalihkan hujan ke laut/area non-kritis Mengurangi curah hujan di daratan, menekan risiko banjir
Penguatan ketahanan air Wilayah strategis nasional Mengatur distribusi hujan sesuai kebutuhan Menjaga ketersediaan air saat kemarau

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×