Reporter: Fahriyadi | Editor: Fahriyadi .
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi Indonesia (DPP Gapembi) menyambut positif keputusan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S Deyang, yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Gapembi menilai pergantian kepemimpinan tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan revitalisasi menyeluruh terhadap tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan seluruh mitra penyelenggara program.
Pergantian pucuk pimpinan BGN terjadi setelah sehari sebelumnya BGN, melalui Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari memperkenalkan lima pejabat tinggi madya baru yang akan mengisi jabatan strategis, mulai dari sekretaris utama hingga sejumlah deputi.
Baca Juga: Sudaryono Gantikan Nanik Pimpin BGN, Istana Pastikan Pembenahan Tata Kelola MBG
Menurut Ketua Umum DPP Gapembi Alven Stony, rangkaian perubahan yang diisi tokoh-tokoh berkompeten tersebut menjadi kesempatan tepat untuk membangun organisasi BGN lebih profesional, responsif, dan berorientasi pada kemitraan.
Alven mengatakan kepemimpinan baru di BGN tidak boleh dimaknai sekadar pergantian figur. Yang lebih penting adalah lahirnya paradigma baru dalam mengelola program MBG sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo.
"Momentum ini harus dimanfaatkan untuk merombak total tata kelola MBG. Yang dibutuhkan bukan hanya wajah-wajah baru, tetapi juga cara kerja baru yang lebih terbuka, profesional, dan menjadikan para mitra sebagai mitra yang sesungguhnya," kata Alven, Rabu (22/7/2026).
Menurut Alven, selama ini para mitra penyelenggara MBG masih sering diposisikan hanya sebagai pelaksana di lapangan. Padahal, mereka merupakan bagian penting dalam keberhasilan program nasional tersebut.
"Ke depan, mitra harus ditempatkan pada posisi sejajar. Jangan hanya dicari ketika program membutuhkan dukungan, tetapi diabaikan ketika pemerintah hendak mengambil keputusan strategis yang berdampak luas terhadap keberlangsungan usaha para mitra," ujarnya.
Ia menegaskan setiap kebijakan penting yang menyangkut pola kemitraan, sistem pembayaran, perubahan regulasi, dan penataan kelembagaan seharusnya dikomunikasikan lebih dahulu dengan mitra yang terdampak.
"Setiap keputusan strategis harus dibicarakan bersama. Mitra terdampak harus diajak berdialog sebelum kebijakan diputuskan, bukan setelah persoalan muncul," katanya.
Ketua DPD Gapembi Jawa Barat Heri Ukasah Sulaeman juga mengapresiasi penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN. Kehadiran pemimpin baru diharapkan mampu menghadirkan semangat baru dalam memperbaiki tata kelola Program MBG sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi antara BGN dengan para mitra di daerah.
"Kami menyambut positif penunjukan Bapak Sudaryono sebagai Kepala BGN. Kami harap kepemimpinan beliau mampu memperkuat koordinasi pusat dan daerah serta membuka ruang dialog lebih luas dengan para mitra sehingga setiap persoalan di lapangan dapat diselesaikan secara cepat dan bijaksana," ujar Heri.
Sementara itu, Sekretaris DPD Gapembi Jambi Chandra Andika menilai pengalaman Sudaryono di pemerintahan jadi modal penting membangun kolaborasi yang lebih kuat dalam menyukseskan program MBG.
"Kami optimistis kepemimpinan Mas Dar akan mampu membangun sinergi positif dengan seluruh stakeholder, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra penyelenggara, pelaku usaha, dan masyarakat. Program sebesar MBG hanya akan berhasil apabila seluruh pemangku kepentingan dilibatkan sebagai satu tim yang saling menguatkan," kata Chandra.
Menurut dia, kepemimpinan baru juga akan menghadapi tantangan tidak ringan. Selain membenahi tata kelola internal, BGN harus menjawab berbagai kritik atas program MBG yang berkembang di ruang publik.
Senada dengan itu, Alven menambahkan BGN ke depan perlu memperkuat kemitraan karena Program MBG saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain adanya kelompok masyarakat sipil yang mengajukan uji materi dan mendorong penghentian program melalui jalur hukum hingga Mahkamah Konstitusi, pemerintah juga harus menghadapi perang opini di ruang digital.
Karena itu, Gapembi berharap kepemimpinan Sudaryono jadi awal lahirnya tata kelola baru BGN lebih transparan, akuntabel, dan kolaboratif.
"Gapembi tetap berkomitmen mendukung penuh keberhasilan program MBG sebagai investasi besar bagi masa depan generasi Indonesia. Dukungan itu akan semakin kuat jika dibangun di atas fondasi kemitraan yang sehat, saling menghormati, terbuka, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam setiap pengambilan keputusan strategis," tutup Alven.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
