kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.905   29,00   0,16%
  • IDX 6.343   75,49   1,20%
  • KOMPAS100 831   8,41   1,02%
  • LQ45 630   4,55   0,73%
  • ISSI 220   3,04   1,40%
  • IDX30 353   1,52   0,43%
  • IDXHIDIV20 428   -0,49   -0,11%
  • IDX80 95   0,95   1,01%
  • IDXV30 118   0,23   0,19%
  • IDXQ30 112   0,11   0,10%

Sejumlah kalangan memandang peleburan jabatan BP Batam kebijakan salah kaprah


Jumat, 11 Januari 2019 / 15:27 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

Untuk itu, Anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik meminta, agar pemerintah untuk duduk bersama dengan DPR RI dalam mengambil keputusan terkait BP Batam.  "Karena UU FTZ menyebut BP Batam di kelola oleh lembaga setingkat menteri yang menjadi mitra di Komisi VI DPR,” kata Anggota dari fraksi partai Golkar ini.

Menurutnya, peleburan itu melanggar melanggar UU 23/2014  tentang Pemerintahan yang melarang walikota merangkap jabatan. Dan UU 53/1999 yang dengan jelas membagi wewenang dua lembaga tersebut.

"Sebagai mitra koalisi, kami mengingatkan pemerintah untuk tidak melanggar UU. Sebaiknya pemerintah duduk bersama dengan DPR RI mengevaluasi semua permasalahan terkait Batam sehingga semua keputusan yang diambil tidak menabrak UU,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×