kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.924   13,00   0,07%
  • IDX 6.389   54,34   0,86%
  • KOMPAS100 842   6,62   0,79%
  • LQ45 635   2,71   0,43%
  • ISSI 220   2,36   1,08%
  • IDX30 357   1,03   0,29%
  • IDXHIDIV20 441   0,16   0,04%
  • IDX80 96   0,76   0,79%
  • IDXV30 119   0,42   0,36%
  • IDXQ30 114   0,10   0,09%

Sedih, banyak rumahsakit di Indonesia tak punya peralatan memadai hadapi virus corona


Selasa, 10 Maret 2020 / 16:15 WIB
ILUSTRASI. Petugas medis menyiapkan ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia, Aceh Utara, Aceh, Selasa (3/3/2020).


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Saat kekhawatiran virus corona baru tumbuh di Indonesia, banyak rumahsakit tidak memiliki peralatan medis yang memadai untuk menghadapi situasi tersebut jika wabah terjadi.

Dr Edi Gunawan, Direktur Rumahsakit Umum Daerah (RSUD) Dr Zubir Mahmud, Kabupaten Aceh Timur, mengatakan kepada Channel News Asia, stok masker bedah  semakin menipis.

"Kami telah meminta masker kepada pemasok kami, tetapi mereka meminta maaf dan mengatakan, mereka juga tidak memiliki stok," katanya.

Selain masker bedah, stok masker N95 di RSUD Dr Zubir Mahmud juga menipis. Bahkan, Dr Edi mengungkapkan, rumahsakit juga tidak memiliki pakaian dan kacamata pelindung serta pemindai termal.

Baca Juga: Periksa ke mana kalau alami gejala virus corona? Ini protokolnya

Pada Senin (9/3), jumlah kasus virus corona terkonfirmasi di Indonesia bertambah 13, sehingga total menjadi 19 kasus. Pemerintah telah menunjuk lebih dari 130 rumahsakit rujukan untuk menangani Covid-19.

Di Aceh, provinsi dengan sekitar 5,2 juta penduduk, hanya ada rumahsakit rujukan untuk virus corona. RSUD Dr Zubir Mahmud tidak ada dalam daftar, tetapi Dr Edi menyatakan, pemerintah tidak boleh mengabaikannya.

“Pemerintah seharusnya tidak hanya memberikan bantuan dan peralatan ke rumah sakit rujukan," ujarnya. 

“Rumahsakit bukan rujakan tidak boleh menolak pasien. Jika staf kami tidak memiliki peralatan pelindung yang memadai untuk menangani pasien yang dicurigai (Covid-19), mereka akan takut dan panik juga,” ungkap Dr Edi.

Baca Juga: Setelah diperiksa lebih dari 7 hari, pasien 01 tetap positif terinfeksi corona




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×