Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mulai menyoroti konsekuensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap utang pemerintah.
Menurutnya, besarnya anggaran program tersebut perlu diimbangi dengan pengendalian pelaksanaan dan pencegahan kebocoran.
Purbaya mengatakan dirinya tidak merasa pusing dengan besarnya anggaran MBG. Namun, pemerintah tetap harus memperhitungkan dampak pembiayaan program tersebut terhadap utang negara.
Baca Juga: Soal Penahanan Restitusi Pajak, Purbaya Soroti Pergeseran Instruksi
"Saya mah nggak pusing, tinggal bayar. Cuma kan konsekuensinya ke utang segala macam, harus diperhatikan, apalagi kalau ada kebocoran sana-sini," ujar Purbaya kepada awak media di Jakarta, Selasa (8/9).
Oleh karena itu, ia menyambut baik langkah efisiensi yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan program MBG. Efisiensi tersebut, kata Purbaya, telah membuat kebutuhan anggaran MBG mengalami penurunan.
Ia menyebut anggaran MBG yang sebelumnya mencapai Rp 330 triliun telah turun menjadi Rp270 triliun dan kemudian Rp 240 triliun. Bahkan, Purbaya memperkirakan realisasi anggaran MBG tahun ini bisa berada di bawah Rp 200 triliun.
"Saya pikir tahun ini implementasinya akan di bawah itu, di bawah Rp 200 triliun mungkin dugaan saya kalau dia menjalankan kebijakan yang pas seperti yang dia asumsikan," katanya.
Menurut Purbaya, efisiensi tersebut membuat implementasi program MBG semakin terkendali. Kementerian Keuangan juga turut membantu melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program di berbagai daerah.
Purbaya mengatakan pihaknya mengerahkan jajaran perbendaharaan di seluruh Indonesia untuk memonitor secara berkala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan dan mencegah terjadinya kesalahan maupun kebocoran anggaran.
"Nanti kalau ada yang macam-macam, kita kasih masukan ke BGN bahwa di suatu tempat SPPG tertentu melakukan kesalahan dan kalau gak didengar, ya kita kurangin anggarannya otomatis," katanya.
Baca Juga: Polri dan Basarnas Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














