kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Secara ekonomi, kereta cepat China ungguli Jepang


Rabu, 02 September 2015 / 20:46 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Kementerian Koordinator Perekonomian Kamis (3/9) akan melaporkan hasil kajian dan penilaian terhadap proposal pembangunan proyek kereta cepat yang diajukan oleh Jepang dan China ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian mengatakan, penyampaian tersebut dilakukan setelah menggelar rapat pembahasan dengan kementerian lain terkait hasil kajian dari Boston Consulting Group mengenai proposal dari dua negara, Rabu (2/9).

Dari hasil kajian itu, Darmin mengaku sudah mendapat gambaran mengenai keunggulan dan kekurangan dari proposal yang diajukan Jepang dan China.

Salah satunya, aspek sosial ekonomi yang timbul dari proyek tersebut.

Menurut Darmin dari analisis lembaga tersebut, proposal yang diajukan China lebih unggul. "Mereka unggul pada aspek social economy impact," katanya Rabu (2/9).

Meskipun unggul dalam penilaian sosial ekonomi, Darmin mengatakan dari analisis teknologi dan rekam jejak, China kalah dari Jepang.

"Jepang unggul pada rekam jejak teknologinya," katanya.

Meskipun demikian, Darmin masih menolak menyebutkan proposal mana yang akan dipilih pemerintah.

"Kami laporkan dulu besok ke presiden, apakah presiden akan memutuskan saat itu juga atau menunggu 1-2 hari saya tidak tahu." Katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×