kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Secara ekonomi, kereta cepat China ungguli Jepang


Rabu, 02 September 2015 / 20:46 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Kementerian Koordinator Perekonomian Kamis (3/9) akan melaporkan hasil kajian dan penilaian terhadap proposal pembangunan proyek kereta cepat yang diajukan oleh Jepang dan China ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian mengatakan, penyampaian tersebut dilakukan setelah menggelar rapat pembahasan dengan kementerian lain terkait hasil kajian dari Boston Consulting Group mengenai proposal dari dua negara, Rabu (2/9).

Dari hasil kajian itu, Darmin mengaku sudah mendapat gambaran mengenai keunggulan dan kekurangan dari proposal yang diajukan Jepang dan China.

Salah satunya, aspek sosial ekonomi yang timbul dari proyek tersebut.

Menurut Darmin dari analisis lembaga tersebut, proposal yang diajukan China lebih unggul. "Mereka unggul pada aspek social economy impact," katanya Rabu (2/9).

Meskipun unggul dalam penilaian sosial ekonomi, Darmin mengatakan dari analisis teknologi dan rekam jejak, China kalah dari Jepang.

"Jepang unggul pada rekam jejak teknologinya," katanya.

Meskipun demikian, Darmin masih menolak menyebutkan proposal mana yang akan dipilih pemerintah.

"Kami laporkan dulu besok ke presiden, apakah presiden akan memutuskan saat itu juga atau menunggu 1-2 hari saya tidak tahu." Katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×