kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.705.000   1.000   0,06%
  • USD/IDR 16.290   30,00   0,18%
  • IDX 6.750   -53,40   -0,78%
  • KOMPAS100 997   -8,64   -0,86%
  • LQ45 770   -6,78   -0,87%
  • ISSI 211   -0,72   -0,34%
  • IDX30 399   -2,48   -0,62%
  • IDXHIDIV20 482   -1,69   -0,35%
  • IDX80 113   -1,02   -0,90%
  • IDXV30 119   -0,06   -0,05%
  • IDXQ30 131   -0,75   -0,57%

Sebagian transaksi digital belum masuk PDB


Jumat, 04 Agustus 2017 / 09:55 WIB
Sebagian transaksi digital belum masuk PDB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan adanya potensi tambahan produk domestik bruto (PDB) Indonesia dari transaksi digital. Sebab, sebagian dari transkasi digital tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam PDB.

Asisten Gubernur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo mengatakan, angka transaksi digital di tahun lalu berdasarkan beberapa sumber, nilainya mencapai sekitar US$ 4 miliar-US$ 5 miliar hingga 1% dari PDB. Angka itu lanjutnya, kemungkinan belum semua tercermin dalam PDB tahun lalu. "Mungkin sebagian sudah terhitung (di PDB) dan sebagian lagi belum," kata Dody, Jumat (4/8) pagi.

Dengan demikian, masih ada potensi penambahan PDB dari transaksi digital tersebut. Apalagi saat ini makin marak dilakukan masyarakat.

Ia juga menjelaskan, angka transaksi digital yang telah masuk perhitungan PDB, masuk ke sektor perbankan. Sehingga hal itu menjadi nilai tambah di sektor keuangan.

Ke depan lanjut Dody, pihaknya akan melakukan diskusi dan melakukan kerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk membahas mengenai cara menangkap transaksi digital tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×