kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Sebagian Gabah Petani Dibeli di Bawah Rp 6.500, SPI Beberkan Sebabnya


Kamis, 15 Mei 2025 / 20:58 WIB
Sebagian Gabah Petani Dibeli di Bawah Rp 6.500, SPI Beberkan Sebabnya
ILUSTRASI. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/wpa. Serikat Petani Indonesia (SPI) mengakui beberapa gabah petani masih dibeli di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500/kg.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Serikat Petani Indonesia (SPI) mengakui beberapa gabah petani masih dibeli di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500/kg. 

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Serikat Petani Indonesia (SPI) Indramayu, Tri Utomo Riyanto mengatakan hal ini lantaran ada beberapa petani di daerah yang tidak mendapatkan informasi mengenai kenaikan HPP serta kurangnya infrastruktur yang mendukung. 

"Dibawah HPP karena ada infrastruktur kurang mendukung, ada yang minimnya informasi petani untuk akses penyerapan oleh Bulog," kata Tri pada Kontan.co.id, Kamis (15/5). 

Merangkum data SPI per awal Mei, beberapa daerah yang masih membeli gabah dibawah HPP yakni Sumatera Utara di kisaran harga Rp 5.800-6.000/kg, Sumatera Barat dikisaran harga Rp 4.000-5.000/kg, Sumatera Selatan Rp 5.400 - 5.600/kg, Bengkulu Rp 5.200/kg, Jawa Barat Rp 6.200-6.500/kg, Jawa Tengah 5.500-6.500, Jawa Timur 5.700-6.700/kg, Nusa Tenggara Barat Rp 5.800-6.000/kg. 

Baca Juga: Amran Ungkap 40% Harga Gabah Petani Masih Dibeli di Bawah HPP Rp 6.500/kg

Lebih spesifik, Tri mengatakn di Indramayu sendiri saat ini serapan gabah basah oleh Bulog sebesar Rp 6.500/kg dari petani. Namun, petani masih di bebankan biaya angkut dari lahannya untuk di setorkan ke Bulog. 

Dari segi harga, Tri menyebut pembelian gabah Bulog belum  bersaing dengan bakul yang membeli di atas biaya HPP dan langsung dibayar di lahan. 

"Sementara Bulog masih melalui mekanisme yang agak rumit bagi petani. Hal ini juga mempersulit Bulog mencapai target penyerapan gabah setara beras di Indramayu," ungkapnya. 

Sebelumnya, Perum Bulog buka suara terkait 40% gabah kering panen (GKP) milik petani yang masih di beli dibawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500/kg. 

Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Perum Bulog Sudaryono mengakui saat ini memang masih ada beberapa gabah yang tidak dapat diserap seluruhnya oleh Bulog. 

Namun demikian, dia menyabut gabah itu masih di beli di ambang batas HPP dan masih lebih besar jika dibandingkan HPP sebelumnya Rp 5.500/kg. 

Baca Juga: 40% Gabah Petani Masih Dibeli di Bawah Rp 6.500/kg, Bulog Buka Suara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×